Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Jurnal Kepompong Pekan 4 (Bunda Cekatan Batch 2 Institut Ibu Profesional)

6 komentar
Konten [Tampil]

 

institut-ibu-profesional

Vibes liburan masih terasa. Ternyata butuh tengok strong why kembali agar semangat menyelesaikan tantangan kembali muncul. Puasa pekan-3 telah berlalu. Kali ini masuk ke puasa pekan-4 Tahap Kepompong di Institut Ibu Profesional.

Puasa pekan ini sedikit berbeda karena hanya terdiri dari 4 hari saja (yang biasanya 7 hari). Kali ini masih mengulik untuk puasa yang sesungguhnya seperti Ramadhan, yaitu menahan marah. Sudah bisa ditebak bahwa hasilnya adalah failed. Ya, tidak bisa sehari saja saya untuk tidak marah :')

bunda-cekatan
Klik untuk gambar lebih jelas :)


Di puasa pekan ini saya akhirnya mengulik, sebetulnya apa saja faktor yang bisa memicu kemarahan seseorang?

Salah satu hal yang memicu kemarahan seseorang adalah kelelahan. Oleh karna itu setiap agenda domestik maupun publik sudah diatur dalam journal to do list. Selain itu yang tersulit untuk saya adalah menentukan waktu istirahat, terutama untuk tidak tidur terlalu malam. Padahal tidur terlalu malam membuat badan lelah dan rawan marah untu keesokan harinya. Berbagi tugas rumah dengan suami juga dilakukan untuk mengurangi kelelahan itu sendiri.

Orangtua lebih mudah marah juga karena faktor lain dengan pasangannya, seperti merasa diabaikan, tidak dihargai, bahkan insecurity sendiri bisa memicu kemarahan. Solusinya di sini adalah belajar tentang self care & self love.

Pemicu marah seseorang terutama perempuan juga bisa terjadi karena sedang PMS. Saat ini terjadi, pahami alarm tubuh untuk istirahat dan jangan lupa berolah raga agar tubuh fit dan metabolisme lancar.

Kiat menenangkan diri saat marah ala dr. Kevin Adrian dari Alodokter :

  • Mengatur napas & berpikir positif
  • Berpikir sebelum berbicara
  • Ekspresikan kemarahan dengan tepat
  • Tertawa
  • Temukan alasan kenapa marah
  • Jangan menyimpan dendam

Nah, dari sekian hal yang ada, akhirnya saya melakukan puasa untuk tidur tidak terlalu larut malam dan rajin berolah raga. Hal ini berdampak memang untuk kontrol diri mengurangi kemarahan. Karena bisa meningkatkan mindfullness diri. Juga beribadah tepat waktu mempengaruhi suasana hati (ini sudah pasti)



***




Nurrahmah Widyawati
Mom of 2, Blogger, 9 Antologi's book author, Digital illustrator, Life long learner • Hi, for details tap page "about me" thanks! :)

Related Posts

6 komentar

  1. Ihhh kangen ngejurnal nih. Buncek apa kabar? masih tahap kepompong ya mba..Kalau aku lagi nungguin Bunda Saleha heuheu. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah dah lulus bunpro mba? :') keren bgt. Ak buncek aja terseok2 kadang kehilangan arah wkwk. Pekan ini masuk kupu2 mba. Mentor mentee nih hehe

      Hapus
  2. Ah, poin-poin kiat menahan amarah memang terlihat mudah ya. Yang sulit itu menyimpan dendam wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal dendam menimbulkan penyakit mba (((pengalamanku nih))) WKWKWK :')

      Hapus
  3. akupun juga mengalami hal yg serupa mba ... tipsku juga hanya sabar, ikhlas dan berusaha ... semangat terus ya mba

    BalasHapus

Posting Komentar