Nurrahmah Widyawati Mom Food Travel Lifestyle Blogger

Waduk Gembong Ketika Musim Hujan dan Kemarau? Begini Pemandangannya!

12 komentar
Konten [Tampil]
Waduk Gembong Ketika Musim Hujan? Begini Pemandangannya!

Hari ini pagi-pagi iseng banget kami pergi ke Waduk Gembong (Pati), naik motor pula ber-empat. Udara masih dingin. Berbekal aplikasi Google Maps, kami pun berangkat!

Sebetulnya sudah lama sekali kami ingin ke sana. Namun, karena terlihat di Gmaps waktu tempuhnya kisaran 30 menit lebih dari rumah, paksu agak mager gitu kalau harus naik motor ke sana. Sedangkan jika naik mobil, ragu juga, karena takut medannya jelek untuk mobil ceper yang kami punya.

Akhirnya jam 6 pagi kami berangkat dari daerah Alugoro. Jalanan sampai stadion Joyokusumo Pati masih familiar, hingga selanjutnya kami full mengikuti Google Maps. Gmaps akhirnya bilang kami harus berbelok ke arah kanan memasuki gapura suatu desa.

Sampai di sini perasaanku nggak enak sih. Bayanganku, akses jalannya mirip seperti Waduk Sempor (Kebumen, kampung halamanku) dengan jalan lebar beraspal dan naiknya biasa aja gitu. Udah gitu dekat banget dari rumah, plus pemandangannya indah.

Namun tadi kami diarahkan oleh Gmaps menuju desa dengan banyak kebun di kanan kirinya, bahkan lewat jembatan sungai, jalan naik turun yang lumayan "wah". Hingga jalan banyak yang berlubang. Apa kami nyasar?

Sebetulnya jalannya betul, kami nggak nyasar. Namun ternyata ada akses yang lebih mudah. Ini yang kami lewati untuk rute pulang. Mungkin bagi Gmaps : "Kalau ada yang ribet, ngapain bermudah-mudah?" Baiklah aku manut. HAHAHA.


Lokasi Waduk Gembong Pati

Waduk Gembong atau yang juga dikenal sebagai Waduk Selomoro terletak di Desa Selorejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih 10 km. Namun kalau dari rumahku bisa 30 menit gitu waktu tempuhnya.

Wisata alam pati

Untuk titik berhentinya ada banyak sebetulnya, kamu tinggal pilih ingin berhenti di spot yang mana. Aku pertama kali ke sana jujur bingung banget sih karena titiknya banyak dan nggak tahu harus Gmaps ke titik mana.

Tapi akhirnya aku menyusuri waduknya alias muterin gitu. Dapatlah aku 3 titik. Oh iya, aku ke sana itu kan musim hujan, jadi nggak bisa dapat spot foto ala sabana berlatar gunung gitu. Padahal kalau lihat foto-foto di google bagus-bagus banget deh kalau musim kemarau tuh view-nya. Hiks.

1. Top Selfie Waduk Gembong

Ini titik pertamaku berhenti. Kaget karena air kok kaya naik banget ke saung-saung gitu perasaan. Di foto biasanya ada rerumputan luas bak sabananya Ranukumbolo, tapi ini nggak ada. Ternyata betul, air waduknya lagi bener-bener full pas aku ke sana.

Di titik ini kamu bakal lihat banyak saung gitu dan warung-warung. Namun aku ke sana sewaktu pagi, jadi belum pada buka. Cuma ada orang-orang nongkrong pagi aja. Selain itu tadi sepintas aku lihat di sana ada toilet juga sih.

Aku juga tadi nggak lihat ada tukang parkir, may be aku kepagian hehe. Namun jalannya tricky sih, bekas hujan jadi becek khas tanah merah licin gitu di spot Top Selfie Waduk Selomoro Gembong yang ini.

Aku nggak lama di sini, langsung meluncur ke spot berikutnya!


2. Pesona Poncodan Waduk Gembong

Ini spot tak sengaja sih, semacam agak nyasar tapi lumayan juga view-nya ternyata. Paling nggak, di sini ada spot rerumputan gitu. Nggak melulu langsung air. Di sana juga ada spot berfoto yang sepertinya memang sengaja dibuat.

wisata waduk gembong

Kamu juga bisa menemukan warung-warung di sini, namun ya belum buka sih pas aku ke sana. Tiket/parkir juga belum ada, jadi free aja gitu kalau masih pagi.

Tapi memang view di sini instagram-able sih. Setuju kan?


3. Wisata Waduk Gembong

Nah, kalau yang ini sepertinya wisata Waduk Selomoro Gemong yang sebenarnya. Di sana ada pintu airnya, ada mercusuarnya (cmiiw), ada berbagai macam warung makanan juga. Bahkan ada cafe, toilet, mushola, jajanan hingga odong-odong juga ada.

pemandangan waduk gembong full air musim hujan

Di sana aku sempat berhenti untuk beli pentol kuah di abang-abang yang pakai motor gerobak. Harganya menurutku masih murah sih, soalnya bisa beli 3.000 maupun 5.000 lengkap.

Saat Minggu pagi aku ke sana hanya beberapa warung yang sudah buka. Paksu juga sempat beli keripik singkong seplastik cuma 1.000, which is di deket rumah yang kaya gitu 2.000 soalnya, hehehe. Untuk biaya masuk maupun parkir aku belum menemukannya saat pagi-pagi di sana.

Pemandangan dari spot ini menurutku lebih megah sih, karena bisa lihat Gunung Muria samar-samar. Jadi kebayang sewaktu musim kemarau pasti bisa lebih proper foto ke bawah rerumputan sana (sekarang full air di musim hujan).


Tiket Masuk Waduk Gembong

Kalau kamu datang ke sini pagi, kamau nggak akan menemukan tarikan tiket/parkir. Namun sebetulnya masuk sini murah meriah lho. Bahkan weekdays dan weekend sama saja.

Untuk masuk dikenakan Rp3.000,- sedangkan parkir motor Rp2.000,- dan Rp5.000,- untuk mobil. Jadi nggak ragu deh ya main ke waduk ini.


Asal Usul Waduk Seloromo Gembong

Konon, Waduk Selomoro Gembong ini dibangun pada masa penjajahan Belanda yaitu sekitar tahun 1930-1933. Fungsi utamanya adalah untuk pengairan lahan yang ada di sekitarnya.

Waduk Gembong ada di ketinggian 207 Mdpl, tepatnya di lereng Gunung Muria. Oh iya, sebetulnya nama resmi dari waduk ini adalah Waduk Seloromo.

Seloromo memiliki arti, yaitu Selo berarti tempat duduk dari batu dan Romo adalah orang tua laki-laki atau bapak. Tapi, karena letaknya di desa Gembong jadi populer dengan nama Waduk Gembong. 

Jadi, waduk ini mengairi lahan pertanian (sawah) di Kecamatan Gembong, Wedarijaksa, Tlogowungu, dan Pati. Selain itu, ternyata warga setempat juga memanfaatkannya untuk budidaya air tawar. Tentu ini menambah perekonomian warga sekitar.

Waduk Seloromo Gembong

Akhirnya kini waduk bisa berkembang menjadi tempat wisata yang bisa kamu kunjungi untuk healing tipis-tipis dari kota Pati. Karena lokasi waduknya berada di kaki Gunung Muria, ini bikin waduk jadi lebih instagramable dan sejuk.


Penutup : Waduk Gembong Terbaru Saat Musim Hujan

Waduk Gembong Terbaru Saat Musim Hujan

Kalau kamu ke sini pas musim hujan, kamu ngak bakal bisa dapetin sensasi Ranukumbolo-nya Pati sih. Jadi kalau mau lebih bagus bisa sewaktu musim kemarau.

Bahkan di musim kemarau tersebut, tempat ini ternyata sering untuk camping lho. Banyak juga orang yang piknik menggelar tikar di waduk ini. Untuk kamu yang ke sini weekdays bisa bawa minuman/makanan cadangan ya. Karena setauku ramainya pas weekend sih.

Kalau kamu ingin menikmati view terbaiknya, kamu bisa ke sini pas sore hari dengan cuaca yang cerah. Kamu bisa lihat sunset yang romantis. Oh iya, nampaknya waduk ini jadi tempat favorit pesepeda, karena aku kemarin lihat banyak pesepeda di sana.

Nah, jangan lupa JAGA KEBERSIHAN please di tempat wisata! Termasuk Waduk Gembong ini. Besok kemana lagi ya? ^^

--

Hi, guys! I'm coming....

Kali ini aku datang membawa update Waduk Gembong saat musim kemarau. Ternyata memang ke Waduk Gembong ini better pas musim kemarau deh. Apalagi sewaktu sunset, cantik sekali pemandangannya.

Check this out!

Waduk Gembong Terbaru
Nah, ini jepretan aku kala sunset di Waduk Gembong. Jadi bisa naik mobil atau motor turun ke waduknya yang surut. Nanti di pinggiran waduknya sudah berjajar warung dengan meja lesehan untuk menikmati pemandangan waduknya.

Untuk sunset, spoot terbagus di baliknya sih. Cari aja, jangan stuck di satu tempat. Soalnya aku ngemil mendoan dan pop mie di sisi yang bisa lihat jembatan. Sedangkan sunset di sisi baliknya.


Penutup Part 2 : Waduk Gembong Terbaru Saat Musim Kemarau

Waduk Gembong Pati Jawa Tengah

Nah demikian akhirnya artikel ini lengkap sudah. Semoga kamu yang belum pernah ke sana jadi ada sedikit gambaran ya. Have a nice day bersama orang-orang tersayang. See you when I see you again! :)

.

Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, food-travel dan kehidupan sehari-hari | Digital Illustrator :)

Related Posts

12 komentar

  1. Hampir sama demgan waduk selorejo di rumah Malang. Utamanya gambar paling terakhir, saat dilihat dari sisi japan, maka di seberang waduk kita akan mendapatkan view gunung yang bagus. Masuknya murah banget nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mostly waduk begitu ya pak viewnya. Makanya paling happy dapet waduk ada view gunungnya :') helaing tipis tipis

      Hapus
  2. Jalan-jalan ke Waduk di pagi hari dapat pemandangan dan suasana yang kayanya damai dan hening banget. Bisa jadi alternatif waktu yang bagus nih buat menikmati pemandangannya sebelum lebih banyak orang lain datang di siang hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bgt pak, suka banget aku kalau pas masih sepi. Fotonya makin syantik hehe ^^

      Hapus
  3. Waaaw Ranukumbolonya Pati, ya.. Kadang kalo ngikutin Gmaps emang suka dibikin ribet gitu ya, mba. Aku sukanya pake GPS juga mba, Gunakan Penduduk Sekitar alias nanya 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa aja ^^ iya karena belum setahun aku di Pati, jd kemana-mana gmaps

      Hapus
  4. Wah seru ya mbak bisa liburan tipis-tipis bareng keluarga. Menikmati udara sejuk pagi² dengan harga yg murah meriah. Kayanya emang enakan pagi kesana yaa gak banyak orang, masih sepi hehehe foto² nya jadi puas😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba ^^ gratis, puas foto-foto, masih sejuk. healing bgt hihihi

      Hapus
  5. Asik nih jalan-jalan di waduk dapat pemandangan indah dan juga dapat sehat karena jalan-jalan hehehe, wah semakin bagus ya waduk gembong nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semakin bagus? Wah, pernah ke sini ya kak? ^^ aku first time lho malah ini hehe

      Hapus
  6. Belum pernah liat waduk secara langsung sebenernya mba. Selama ini ya dari tulisan2 begini. Tapi karena kebanyakan waduk dibangun di lokasi tinggi, aku jadi suka, dan kepengen bisa datang kesana. Kebayang aja enaknya duduk2 di sekitaran tempatnya, sambil nungguin sunset 😄👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya bener, beberapa waduk emang tinggi dan mostly ada view bukit atau gunung yang bikin adem ya ^^ hehe

      Hapus

Posting Komentar