
Siapa yang tak bahagia menempati rumah baru berkat jerih payah keluarga? Itulah mimpi setiap orang untuk memiliki hunian nyaman yang menjadi tempat pulang di saat dunia sedang sibuk-sibuknya. Rumah dengan perintilan kayu terbaik sesuai selera, wish list setiap orang. Namun apa jadinya kalau tiba-tiba serangan rayap melanda?
Terkadang kita terlalu sibuk memilih rumah idaman, perabotan estetik favorit keluarga, hingga desain interior yang terbaik. Namun lupa memikirkan pengendalian terhadap sesuatu yang terkadang tersembunyi dari penglihatan.
Aku pernah mengalaminya, ingat betul saat aku masih tinggal di kampung halaman orang tua. Rumah khas jaman dulu, setiap sudut memiliki nuansa kayu seperti kursi ruang tamu, meja makan, meja belajar, lemari dan lain sebagainya
Hingga suatu saat aku melihat ke sudut perabotan, ada serbuk kecil-kecil. Ini semakin aku perhatikan hari ke hari saat menyapu lantai, semakin banyak dan tiada henti. Lama-lama perabot tersebut keropos dan rapuh.
Tidak sampai di situ, pintu kayu juga tidak luput dari serangan hewan kecil yang sering diabaikan. Hingga semakin lama kayu pintu keropos. Padahal saat itu rumahnya terhitung baru renovasi dan barang-barang juga lumayan baru.
Ternyata tak hanya usia yang memakan rumah, tapi ada hewan kecil yang siap menggerogoti kita diam-diam kapan saja.
Dia adalah sang rayap. Nampaknya, kita perlu jasa anti rayap profesional sekarang juga!
Bagaimana Rayap Bekerja Merusak Rumah?
Rayap adalah hama yang kecil namun hidup berkoloni dan sangat menyukai kayu. Uniknya, rayap memiliki pembagian kasta yang terdiri dari kasta pekerja, kasta prajurit, dan kasta reproduktif.
Hampir sembilan puluh persen anggota koloni rayap adalah kasta pekerja, yang bertugas untuk melindungi sarang dan koloninya, mencari makan, grooming serta membersihkan rayap kasta lain.
Sedangkan sekitar sepuluh persen dari koloni tersebut bertugas untuk mempertahankan koloninya. Selanjutnya ada kasta reproduktif milik ratu koloni yang menghasilkan telur setiap hari.
Sayangnya, jika tidak dikendalikan, mereka tidak hanya bisa merusak perabot kayu namun juga bangunan rumah kita. Kenali terlebih dahulu yuk 2 jenis rayap ini!

1. Rayap Tanah (Subterranean termites)
Rayap jenis ini merupakan yang paling umum ditemukan di Indonesia. Rayap ini hidup di dalam tanah yang lembab. Rayap pekerja terus memperluas koloni mereka di bawah tanah seiring dengan bertambahnya jumlah mereka.
Mereka mengumpulkan makanan untuk terus bertumbuh hingga menyebar dari tanah ke atas permukaan. Ini saatnya mereka untuk masuk kedalam rumah-rumah kesayangan kita.
Rayap tanah menyerang bagian bangunan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi. Jika di rumah kamu terdapat pipa air yang bocor, memiliki ventilasi kurang baik, kamar mandi maupun dapur dengan kondisi lembab, siap-siap deh kedatangan si koloni rayap ini. Kamu harus panggil jasa anti rayap sekarang juga!
2. Rayap Kayu Kering (Drywood termites)
Berbeda dengan rayap tanah yang hidup dalam tanah yang lembab, rayap kayu kering ini justru memiliki kemampuan untuk menghasilkan kelembaban sendiri yang mereka butuhkan dengan hanya mengaktifkan metabolisme lewat kayu yang mereka makan.
Rayap jenis ini bersarang di dalam kayu yang berongga atau bangunan/rumah dengan struktur utamanya berbahan dasar kayu. Struktur kayu tersebut berfungsi sebagai rumah atau tempat berlindung, sekaligus menjadi sumber makanan utama mereka.
Jumlah rayap kayu akan berkembang biak dengan cepat seiring tingginya kelembaban kayu, sehingga rayap ini bisa lebih cepat menimbulkan kerusakan besar dirumah.
Jadi saat kamu sudah menemukan kotoran rayap (frass) di lantai atau di bawah kayu seperti kusen pintu, lemari dan berbagai perabot kayu, siap-siap deh untuk panggil jasa anti rayap!

Intip Siklus Hidup Rayap!
Kamu tahu tidak kalau laron dan rayap adalah hewan yang sama?
Jadi pada fase telur yang dihasilkan oleh ratu rayap, kemudian menetas menjadi nimfa (bayi rayap). Di sini mereka belum memiliki fungsi secara khusus.
Selanjutnya adalah fase diferensiasi kasta tergantung dari kebutuhan koloninya. Nimfa akan berganti kulit menjadi kasta pekerja, prajurit, atau calon reproduktif (laron).
Saat menjadi laron, rayap memiliki sayap dan organ tubuh reproduksi yang matang. Tapi mereka masih menunggu waktu yang pas untuk keluar dari sarang. Biasanya mereka akan keluar pada saat musim hujan tiba.
Di waktu tersebut, laron keluar dari sarang dan mencari pasangannya. Kemudian mereka melepaskan sayap untuk mulai proses perkawinan. Pasangan laron yang berhasil akan masuk ke dalam tanah untuk membangun koloni baru sebagai raja dan ratu rayap. Mereka mengalami metamorfosis tidak sempurna. Menarik bukan?
Cara Pencegahan dan Penanganan Rayap di Rumah
Setelah kita mengetahui siklus hidup rayap dan bagaimana rayap bisa merusak bangunan, tentu kita menyadari bahwa rayap mengancam kita 24 jam tanpa terlihat.
Seringkali justru terdeteksi saat kerusakannya sudah parah. Mereka menggerogoti rumah kita diam-diam dari dalam. Selanjutnya, berapa biaya renovasi yang harus kita keluarkan? Tentu tidak sedikit.
Parahnya lagi mereka tidak hanya merusak rumah, bangunan, perabotan, namun juga kenangan di dalamnya seperti album pernikahan, foto dan sebagainya.
Dari sini kita sadar betul bahwa kita perlu memiliki proteksi untuk melindungi maupun mengendalikan rayap demi investasi jangka panjang. Kamu bisa menghubungi FUMIDA sebagai mitra jasa anti rayap kamu!

FUMIDA merupakan perusahaan pengendalian hama (Pest Control) yang memiliki tujuan untuk melindungi keluarga hingga bisnis dari hama yang dapat merugikan.
Tentunya Fumida didukung oleh team manajemen dan teknisi yang berpengalaman dan ahli pada bidangnya masing-masing. Teknisi Fumida telah melalui berbagai pelatihan sehinga memenuhi standar teknisi pest control profesional, yaitu meliputi pelatihan oleh lembaga resmi yang diadakan oleh ASPPHAMI.
Fumida juga telah tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia, diantaranya JABODETABEK, Bandung, Semarang, Makasar, Yogyakarta, Solo, Malang, dan kota lainnya.
Mewujudkan hunian nyaman memang butuh effort, namun lebih baik mencegah dari pada merugi saat sudah rusak bukan?
.







Posting Komentar
Posting Komentar