Art Therapy untuk Ibu di Rumah (Self Healing)

  • 2/25/2021 01:13:00 AM
  • By Nurrahmah Widyawati
  • 28 Comments

Konten [Tampil]


Bu, kapan terakhir kali kalian menggambar? Menggambar untuk diri sendiri, bukan untuk anak-anak kalian di rumah? Nah, kali ini aku akan share tentang sebuah seni mencintai diri sendiri melalui kegiatan menggambar. Banyak orang menyebutnya dengan Art Therapy. Apa itu?
Sebelum kita mengulik mengenai Art Therapy, mari terlebih dahulu untuk mengulik diri kita sendiri. Seni mencintai diri itu, meliputi :

1. Mengenal pikiran, perasaan, dan kebutuhan diri.

Sudahkah Ibu mengenal pikiran Ibu sendiri? Apakah Ibu sudah memahami betul perasaan-perasaan yang muncul di diri Ibu? Apakah Ibu tahu betul apa saja yang Ibu butuhkan saat ini?

2. Menerima kekuatan dan keterbatasan diri

a) Inner critics vs self compassion 

Inner Critic adalah menghakimi dan merendahkan diri. Inner Critic biasanya dialami seseorang sebagai suara menyerang dari dalam diri. Inner Critic ini sering menghasilkan rasa malu, rasa kekurangan, rendah diri, bahkan sampai depresi. Hal itu pun dapat menyebabkan keraguan dan merusak kepercayaan diri.

Sedangkan Kristin Neff mendefinisikan self-compassion sebagai sikap memiliki perhatian dan kebaikan terhadap diri sendiri saat menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup ataupun terhadap kekurangan dalam dirinya serta memiliki pengertian bahwa penderitaan, kegagalan dan kekurangan merupakan bagian dari kehidupan setiap orang.
 
Nah, Ibu.. cobalah untuk berdialog dengan dirimu sebagai teman yang baik. Jangan terus menerus mengkritik, menghakimi, maupun denial terhadap dirimu sendiri. Jadi, pilih mana?

b) Minimizing vs exaggerating

Contoh mudahnya, minimizing ini adalah merendahkan diri sendiri. Misalnya : "Ah karyaku biasa saja kok", padahal karyanya sangat luar biasa.

Sedangkan exaggerating adalah melebih-lebihkan, namun di sini maksudnya adalah mengakui kelebihan diri. Tidak terus menerus mengecilkan diri (rendah diri)

c) Membandingkan vs apresiasi diri

Sampai kapan Ibu membandingkan pencapaian Ibu dengan orang lain? Kita memiliki sepatu yang berbeda. Tentu setiap Ibu memiliki tantangannya masing-masing, memiliki permasalahan dan cobaannya masing-masing. Jangan lelah membandingkan, cobalah mengapresiasi diri sendiri. Terimakasih sudah bertahan sejauh ini. You are a great Mom! :)

3. Meluangkan waktu merawat diri (fisik, mental, emosional dan sosial)

Dengan banyaknya aktivitas sebagai Ibu, beberapa dari kita mungkin sudah tidak memprioritaskan self-care sebagai seni mencintai diri sendiri. Jadi, mau mulai kapan merawat dirinya?
 


Mengenal Art Therapy

        Di dunia psikologi, terapi seni merupakan sejenis psikoterapi, teknik konseling, dan program rehabilitasi yang menganjurkan orang membuat karya seni untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosional mereka.

Manfaat Art Therapy :

1. Tempat aman berekspresi; mencapai kesadaran diri (pikiran dan perasaan)

Kesadaran akan masa kini (present moment) adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki untuk bisa menghadapi situasi sosial ataupun masalah psikologis yang mengganggu. 
Namun, mungkin banyak orang yang sulit memfokuskan dirinya pada present moment ini. Karena itu, art therapy mampu untuk membantu kamu untuk fokus pada present moment.
2. Belajar menghargai diri, kepercayaan diri

Self image bisa dikatakan mirip seperti self concept, yaitu merupakan suatu gambaran tentang diri sendiri. Banyak orang yang memiliki self image yang buruk, misalnya sering teledor, tidak berguna, dan sebagainya.
Nah, dengan menggunakan teknik art therapy ini, kamu bisa lebih mudah untuk mengidentifikasi dan juga memperkuat self image positif kamu. Misalnya kamu adalah orang yang berani, maka dengan art therapy, self image kamu sebagai orang yang berani akan menjadi lebih kuat dan juga melekat pada diri mu.
3. Bersabar dengan proses dan belajar fleksibel

4. Mengubah suasana hati; menenangkan

Respon emosional terhadap situasi tertentu kadang sulit sekali untuk dirasakan dan juga diungkapkan. Dengan menggunakan art therapy, maka kamu bisa lebih mudah dalam melakukan identifikasi terhadap respon emosional. Selain itu, kamu juga bisa ikut merasakan bagaimana pikiran dan tubuhmu (body and mind) bisa saling terkoneksi satu sama lain, yang akan meningkatkan kesadaran akan dirimu sendiri.

5. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

6.Bersifat non-verbal (mengenali dan memahami perasaan yang sulit, serta menerima peristiwa/situasi sulit)

Terkadang kita seringkali sulit untuk mengungkapkan dan juga merasakan emosi yang ada di dalam diri masing–masing. Art therapy mampu untuk membantu kamu merasakan emosi apa yang sedang dirasakan, dan emosi apa yang sedang muncul atau sedang mendominasi dirimu.
Dengan begitu, kamu akan menjadi lebih mudah dalam me–manage diri kamu sendiri, sehingga bisa lebih optimal dalam beraktivitas, tanpa harus terganggu dengan masalah emosi yang seringkali meresahkan.
 


Apa perbedaan Art therapy & Art class?

A. ART THERAPY

  • Fasilitatornya : terapis, psikolog, konselor dengan pelatihan art therapy
  • Hubungan terapeutik
  • Tempat aman dan terjaga privacy
  • Ekspresi diri : tempat aman untuk eksplorasi pikiran, perasaan
  • Menggunakan lat-alat untuk menunjang ekspresi
  • Refleksi proses

B. ART CLASS

  • Fasilitator : guru/instruktur berkemampuan di bidang seni
  • Hubungan murid-guru
  • Tempat : kelas atau studio seni
  • Belajar teknik tertentu, ada standar tertentu
  • Alat-alat khusus untuk menunjang keberhasilan teknik
  • Kurasi hasil
 
Refleksi Art Theraphy

  1. Menghargai hal sederhana : warna, bentuk, keindahan garis/goresan
  2. Kesalahan bisa diperbaiki/dikreasikan menjadi hal lain (berbeda tapi tetap bisa indah = belajar fleksibel)
  3. Menyadari ada hal yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol
  4. Menghargai usaha dan proses serta menerima hasil akhir
  5. Istirahat sejenak : fokus dan konsentrasi pada proses.
Apakah Art Therapy bisa dilakukan sendiri di rumah?
 
Meskipun Ibu bisa melakukan ini sendiri, didampingi langsung oleh terapis seni terlatih sangat bermanfaat lho, terutama pada tahap awal. Mereka akan mengajari cara berpartisipasi dalam terapi seni, dan memastikan Ibu melakukan latihan dan terapi yang sesuai dengan kebutuhan khusus Anda.
 
Terapis seni terlatih sering kali memiliki gelar master atau doktor di bidang psikologi, konseling.
 
Nah, masalahnya.. Apa kita tidak bisa melakukan Art Therapy di rumah? Jawabannya adalah BISA! Namun bukan art therapy namanya, melainkan Expressive Art.
 
Jadi beberapa waktu lalu aku mengikuti Zoom Session dengan Psikolog di event Bincang Jum'at bersama Rumah Aruna (Miss Eva & Psikolog Indri). Di situ kami diberi insight tentang art theraphy dan praktek langsung. Seru!
 
Yuk menggambar bebas yang mencerminakan kamu di saat ini. Nggak ada gambar yang  jelek, di aktivitas expressive art ini setiap goresan memiliki makna. Siapkan kertas dan alat warnamu (crayon/cat air/dll). Selamat mengekspresikan diri, Ibu ;)













Pendukung referensi :
Bincang Jum'at Rumah Aruna @aruna_sdc
http://www.indopositive.org/2019/11/self-compassion-pengertian-komponen-dan.html
https://101mind.com/self-help/inner-critic-fenomena-1000-panah/
https://id.wikihow.com/Melakukan-Terapi-Seni

You Might Also Like

28 komentar

  1. Saya suka coloring sih. Jadi saya ngeprint gambar-gambar doodle yang plos dari google, lalu saya coloring. Lumayan bikin rileks loh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya betul mom. Coloring ini juga bisa bikin rileks :)

      Hapus
  2. Terakhir gambar bukan Januari, abis kelas bunek banget sblm tidur gambar dulu deh. Emang tetapi healing dgn art ini mayan ngaruh jg buatku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat mom ;) akupun suka bikin journal gambar yg menyiratkan perasaanku saat tertentu. Healing bgt ;)

      Hapus
  3. Aku baru tahu ada art therapy nih, emang sebagai ibu rumah tangga berasa tak kuasa memiliki dunianya sendiri. Bisa dicoba nih, biar si ibu bisa rileks dan selalu happy ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom. Agenda emak emak bejibin bgt. Rasanya kalau nggak ngambil jeda itu bisa burnout. Expressive art di rumah bisa jd solusi :)

      Hapus
  4. bagus mom art theraphynya. dulu waktu aku hamil aku juga bikin art theraphy (tapi pas mood lagi gak bagus aja)

    BalasHapus
  5. Aku gambar hampir tiap hari sih, karena hobi, hahaha. Tapi memang menggambar itu therapy self healing. Aku suka menggambar karena emang buat pengalihan emosi. Tapi kalo menggambar jadi profesi juga kadang ada masa jenuhnya, harus refresh sesekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh bener. Jadi illustrator mayan pressure ya mom wkwkwk. Sesama suka nggambar paham bgt :') wkwk. Tapi nggambar tanpa pedoman alias expressive art ini yang bikin healing ya mom

      Hapus
  6. Seringnya aku menggambar hanya untuk anak aja dan gambarnya yg diminta itu-itu aja. Ternyata menggambar untuk diri sendiri bermanfaat banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, sejqk jd ibu nggambarnya seputar yg diminta anak wkwk. Sesekali coba nggambar buat diri sendiri mom ;)

      Hapus
  7. Ternyata inner critic namanya sikap yang suka bikin minder gak jelas. Saya kira inner critic ini sering banget dilakuin sama diri sendiri secara gak sadaršŸ˜­

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mom. Yang suka ngekritik diri, merendahkan diri, bahkan meremehkan diri sendiri masuknya gak mencintai diri sendiri. Belajar sama sama buat lebih baik ya mom :)

      Hapus
  8. Duluuu masih sering banget nggambar. Skrg udah gapernah. Padahal emang healing bgttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk dimulai lagi mom. Dear diary nya diganti sama ngegambar :D wkwk

      Hapus
  9. ya Allah artikelnya bagus banget. Itu bagian merawat diri sendiri, adalah bagian yang sangat penting juga khususnya ibu rumah tangga. Karena terkadang akan tumbuh rasa tidka percaya pada diri sendiriketika melihat dirinya tidak lebih cantik dibandingkan wanita lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga PR aku bgt mom. Aku merasa di rumah aja paling gak ketemu siapa2. Skinker angot2an. Yuk mulai lagi ah, kalau banyak temennya jd semangat :')

      Hapus
  10. Dulu saya suka banget gambar dan rasanya mau nyoba lagi deh biar lebih rileks. Huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom. Coba aja sesekali ganti diarynya pake gambar. Yeay seruuuu <3

      Hapus
  11. Wah tulisannya bikin nangis nih. Kalau saya mah larinya ke nulis, lebih lepas rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah next aku kau bikin Writing for Healing memang mba :') aku juga selain lewat art ini, healingnya lewat nulis. Virtual hug

      Hapus
  12. wah boleh ini dicoba art therapy untuk healing biar makin bahagia ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom. Menyelami seni mencintai diri lewat arts ;)

      Hapus
  13. Baca tulisan ini saya jadi ingat waktu dulu saya suka menggambar sejak Sd , mbak. Cuman saya masih payah soal menggambar sampai sekarang hehehe


    Boleh dicoba nih Art Therapy nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak dicoba lagi. Karena expressive art ini nggak musti bagus. Karena tiap goresannya mengandung makna terhadap emosi dll :) yeay seruuuu

      Hapus
  14. dari hasil gambar/lukisan itu juga bisa terbaca ya bagaimana suasana hati kita.
    jadi pengen coba juga, tapi pengen sih bisa didampingi oleh therapis gitu biar lebih terkontrol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mom. Bahkan ditanya2 tentang masa kecil jg kemarin aku wkwk. Iya enaknya sih pernah sama terapis dulu. Nanti abis tu bisa sendiri di rumah sbg bentul expressive aja alias self healing ;)

      Hapus

Positive vibes only.