Nurrahmah Widyawati Mom Food Travel Lifestyle Blogger

Jurnal Ulat-Ulat Pekan-3 Ini Keluargaku (Bunda Cekatan Batch#2 Institut Ibu Profesional)

Posting Komentar
Konten [Tampil]

Sudah saatnya bertemu dengan keluarga di kebun apel. Cukup melegakan setelah keluar dari gua yang gelap dan hanya berisi suara serta sedikit cahaya. Bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai penjuru dunia (karena nggak hanya Indonesia). Feel blessed, kali ini masuk ke tahap Ulat Pekan 3 (Ini Keluargaku) Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional.

Setelah melahap makanan dan membagikannya juga via podcast di Ulat Pekan 2 kemarin, kali ini kami bertemu dengan teman baru yang memiliki mindmap yang sama di kebun apel. Masuk Whatsapp Group Keluarga Manajemen Emosi dan mulai berkenalan satu sama lainnya.

Di sana terdapat beragam ilmu. Ini membuka mata saya bahwa meskipun judulnya sama yaitu "ilmu managemen emosi", namun nyatanya cabang ilmunya begitu banyak. Banyak sekali hal baru dan beberapa hal yang ternyata sama juga. Saya mendapat insight mengenai Emotional Intellgence, tazkiyatun nafs, serta healing method.

Namun to be honest, saya kurang fokus di tahap ini dibandingkan dengan tahap sebelum-sebelumnya. Entah dari segi aktivitas saya pribadi yang sedang padat, atau jenis pembelajaran yang membuat saya kurang fokus melihat WAG. Hehe. Sehingga saya tidak terlalu memantau WAG dan sering ketinggalan diskusi (diskusi tidak ada patokan waktu).

Namun meskipun demikian, saya sudah berhasil melahap insight dari Live FB rekan seKeluarga Manajemen Emosi, yaitu Mbak Tarisa dengan judul "Mengenal dan Mengelola Emosi". Materinya touchful karena mengaitkan segala halnya dengan agama Islam. Saya coba merangkumnya sebagai berikut.
___

Emosi adalah sebuah perasaan yang muncul, seperti sedih, marah, kecewa, bahagia. Allah memberikan kita emosi pasti ada sebabnya, bukan hal yang sia-sia.

Emosi ada di sistem limbik. Kita juga diberikan otak reptil sehingga kita bisa mode fight (berjuang) dan flight (kabur).

Jika ingin memberi insight ke anak sebaiknya bahagiakan mereka dahulu agar apa yang kita berikan dengan mudah mereka serap (tidak flight).

Tingkatan emosi negatif meliputi :
apatis - sedih  takut - nafsu - marah - bangga

Tingkatan emosi positif (zona ikhlas) : mutmainah

Manusia boleh merasakan emosi negatif, namun jangan terlalu lama karena bisa merugikan diri sendiri, baik dari segi fisik (sakit), maupun psikis.

Untuk menaikkan level negatif menjadi positif, bisa dengan cara :
 
1. Akui
Mengakui bahwa memang diri ini sedang marah, kecewa, dll. Saat mengakui kemarahan perlu diperhatikan raut wajah, dengan senyuman. Agar ekspresi marah kita tidak tersimpan di otak anak, agar tak trauma. Senyum itu menarik hormon kebahagiaan.
 
2. Cek level emosi (ada di level mana)

3, Berdo'a
Minta Allah untuk mengangkat amarah kita. Ucapkan kalimat tayyibah layaknya nasihat nabi Muhammad (saat anaknya meminta ART). Saat berdzikir ini paru-paru mengambil oksigen lebih banyak. Bisa memperbaiki sholat, karena cara bersujud yang benar akan mengalirkan oksigen ke otak dengan lebih baik.

* silahkan dikoreksi jika ada yang salah/terlewat

_________

Di kebun apel ini kami berdiskusi dan saya mendapat insight berikut :



Semoga di pekan berikutnya lebih baik dan lebih fokus kembali.

 



Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, food-travel dan kehidupan sehari-hari | Digital Illustrator :)

Related Posts

Posting Komentar