Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Nurita, Guru yang Menyalurkan Hobi Menulis Lewat Blog

36 komentar
Konten [Tampil]
 
menyalurkan hobi menulis


Bagaimana kalian menyalurkan hobi menulis? Apakah melalui platform sosial media, blog pribadi, atau menulis untuk web lain? Atau justru lewat buku antologi maupun buku solo, bahkan journalling untuk dokumentasi pribadi di rumah?



Aku sungguh amazed, sejak mengikuti beberapa komunitas menulis dan komunitas blogger. Aku mendapati bahwa most of all dari mereka memiliki basic hobi yang sama, yaitu menulis dan membaca sejak kecil.

Mengapa menulis dan membaca buku begitu berkaitan? Karena dengan banyak membaca, seseorang akan memiliki bank diksi, ide, imajinasi dan pemikiran yang lebih luas untuk menulis. Menulis tentu mudah bagi sebagian orang, namun ternyata sangat sulit bagi yang tidak terbiasa. Salah satu pemantik untuk seseorang bisa menulis adalah dengan banyak membaca memang.

Sebelum mengulik lebih lanjut, aku jadi teringat seseorang pernah bertanya kepadaku. Bagaimana kamu bisa menulis? Aku bingung kalau disuruh menulis, nggak ada ide. Begitu katanya. Bagi setiap orang, menulis adalah bagian dari dirinya. Apa yang ia lihat dan dengar bisa saja dijadikan ide tulisan.

manfaat menulis
pict by Canva


Manfaat memiliki hobi menulis


1. Sebagai emotional healing


Nggak dipungkiri, tidak semua hal bisa kita ceritakan ke orang lain. Namun ada cara agar kita tetap bisa healing, yaitu dengan menuliskannya. Menuangkan rasa marah, sedih, kecewa, dan emosi lainnya yang ada bisa menetralisir jiwa kita. Writing for healing sudah aku rasakan manfaatnya.


2. Menabung kenangan dan mengikat ilmu


Manusia itu makhluk yang cenderung pelupa. Tanpa menulis, kita akan kehilangan momen tertentu di masa lalu. Aku bahkan sempat takjub dengan tulisan-tulisan lama. Bagaimana aku bisa melalui cobaan ini? Bagaimana perasaanku saat berkunjung ke sini? Oh, aku pernah mengalami ini ternyata!

Menulis juga bisa mengikat ilmu untuk sendiri dan kemudian bisa membagikannya kepada orang lain. Ya, semoga bisa jadi amal jariyah (aamiin).

3. Menghasilkan 'cuan'


Siapa yang nggak mau dari hobi jadi 'cuan'? Ya, ternyata dengan menyalurkan hobi menulis kita bisa mendapat pundi-pundi penghasilan. Misalnya menjadi content writer, ghost writer, author, blogger bahkan, dan masih banyak lainnya.

profil blogger
Pict. Nurita Wahyuni

Sosok ini memilih blog sebagai platform menyalurkan hobi menulis


Dari sosok ini, aku jadi bernostalgia bagaimana aku mulai memilih blog sebagai platform untuk menyalurkan hobi menulisku. Aku pernah menuliskannya juga di artikel dengan judul Alasan Ngeblog dan Manajemen Waktunya Ala Emak-Emak.

Nah, kali ini aku akan ajak kalian semua untuk mengintip satu sosok yang sangat passionate dengan dunia literasi.

Dia adalah Nurita Wahyuni, yang biasa disapa Nurita ini adalah seorang guru berusia 25 tahun. Nurita memiliki basic pendidikan di bidang perikanan. Namun dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan profesi guru, sehingga mulai semester depan Nurita mengajar di SMK jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar.

Gadis yang tinggal di Banyuwangi ini mengenal blog sejak SMP, karena tugas sekolah. Namun kemudian dia lebih aktif menulis di laman inspirasi.co, sebelum akhirnya menutup akunnya. Dia juga sempat menulis di storial.co dengan pembaca yang sudah berkisar 2500-an. 

Nurita menuliskan beberapa jenis tulisan, meliputi cerpen, artikel, narasi, dan lainnya. Beberapa alasan dia menyalurkan hobi menulisnya di berbagai platform, meliputi :
  • Menempatkan tulisan sesuai tempatnya (blog identik dengan jenis tulisan panjang dan detail dari pada media sosial lainnya)
  • Mendapatkan pembaca lebih banyak
  • Memanfaatkan lebih banyak kesempatan

Namun sejak 2020 kemarin, Nurita memutuskan untuk kembali ke dunia personal blog dengan platform blogspot. Karna di situlah dia bisa menulis dengan lebih bebas. Akhirnya dia memutuskan menjadi seorang blogger di nuritaway.blogspot.com.

blogger
pict by Canva

Komunitas Nurita di luar Blogging


Nurita familiar dengan literasi sejak berusia 10 tahun, sehingga aktivitas ngeblog dia gunakan untuk menyalurkan hobi menulisnya. Dia berharap apa yang ditulisnya bisa bermanfaat untuk para pembacanya dan menjadi amal jariyah.

Setahun terakhir Nurita aktif dalam komunitas baca dan pengembangan karir. Dia mengikuti gerakan one week one book. Gerakan ini adalah kegiatan membaca dan kemudian menyetorkan review satu buku per minggu. Biasanya dia melakukan review tersebut di akun instagramnya yaitu (at)nuritawareview. Komunitas lain yang diikutinya adalah Bookdragon.

Selain kegiatan di atas, Nurita juga berkegiatan di bidang pengembangan karir, Career Class. Kegiatan yang baru dijalaninya selama 6 bulan ini membuat agenda Sabtu dan Minggunya lebih produktif karena harus mengikuti agenda zoom meeting. Selain karir, di kegiatan tersebut Nurita mendapatkan materi juga tentang komunikasi, keluarga, parenting dan hobi.

Impian Nurita untuk blognya


Nurita mengaku sangat bahagia bisa join di Blogspedia Coaching Class Batch 2 ini, karena sebelumnya dia hanya belajar blog secara mandiri dengan Google.

Di sela-sela kegiatan sehari-hari, Nurita biasanya menulis di waktu subuh sampai pukul 05.30 WIB. Biasanya dalam menuliskan satu artikel dia memerlukan dua hari sampai selesai (finishing). Namun, Nurita juga menulis saat malam jika memang tidak ada pekerjaan lain.

Nurita memiliki goals, bahwa blognya akan dijadikan portofolio aktivitas menulis, baik tentang opini dan lifestyle. Namun secara umum bahasannya akan mengarah ke pendidikan dan buku.

Pastinya ini akan menjadi keren karena sebuah blog ditulis sesuai keahliannya, yaitu sebagai pendidik. I hope semua berjalan lancar dan sukses in the future ya!

menemukan ide tulisan
pict by Canva

Tips mendapatkan ide untuk menulis ala Nurita


Seperti yang telah aku singgung di atas, ternyata nggak semua orang bisa selancar itu dalam menulis. Kendalanya biasanya ada di ide untuk menulis. Berikut adalah tips mendapatkan ide menulis ala Nurita :

  • Ide menulis dari aktivitas sehari-hari

Biasanya Nurita mendapatkan ide menulis saat mengajar, misalnya terpikirkan untuk menulis tentang hal yang berkaitan dengan pendidikan.

  • Rajin membaca buku

Sebagai seorang bookstagram, dia juga mendapat ide menulis dari buku yang dia baca. Biasanya buku yang relate dengan kehidupan sehari-harinya.

  • Menulis ide di notes

Jangan lupa saat ada ide menulis muncul, tuliskan terlebih dahulu pada notes. Selanjutnya eksekusi menjadi naskah saat waktu yang tepat.

***

Wah, seru sekali ya mengulik profil Nurita, seorang blogger berprofesi guru yang menyalurkan hobi menulis lewat blognya. Semoga menginspirasi kita semua dan bermanfaat. 

Ada tambahan dari aku sih, biasanya banyak teman yang mengaku insecure dan ragu saat ingin menulis. Tapi kalau nggak dimulai, insecure itu nggak akan berubah jadi apa-apa. Diam di tempat. So ya, mulailah dengan menulis di platform yang paling membuatmu nyaman.

Selamat menyalurkan hobi menulismu ya! :)








Nurrahmah Widyawati
Mom of 2, Blogger, 9 Antologi's book author, Digital illustrator, Life long learner • Hi, for details tap page "about me" thanks! :)

Related Posts

36 komentar

  1. MasyaAllah bener bangett aku pun nulis blog juga sebenernya hobi. Tapi lama2 jadii kerjaan yang nyenengin dan sayang banget mau ditinggal meski cuma sehari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dari hobi bisa jadi job ya. Keren.. Semoga lancar selalu mba ;)

      Hapus
  2. Masya Allah, luar biasa ya menulis ternyata memang bisa jadi obat :) apalagi buat orang-orang introvet macam saya nih, hehe berasa banget efeknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Bagi sebagian orang better nulis ketimbang ngomong depan banyak orang ya kak? Hehe :)

      Hapus
  3. menulis adalah caraku merawat ingatan. awalnya hobi aja, setelah tahu ilmunya berujung cuan. alhamdulllah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay. Alhamdulillah, semoga lancaf terus jobnya kak ;)

      Hapus
  4. Masya Allah selalu suka dengan gaya menulis mbak Wid deh.

    Wah mbak nurita keren, seabrek aktivitasnya membuat dia ajdi produktif ya.

    Ngiri deh pengen produktif juga hehehe.

    Ih aku intipin ah bookstagramnya. Sapa tahu ketularan keren kayak dua wanita inspiratif ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak hamim juga gak kalah keren bgt malah. Sama2 menginspirasi. Cuss mbak intipin reviewnya di instagram.

      Hapus
  5. Menulis mengasah kemampuan kita berbahasa, menambah kosa kata bahkan tak tertutup kemungkinan seseorang menjadi arif dalam membuat quote atau pantun. Mempunyai blog, membuat kita bisa melihat perkembangan kemajuan berbahasa... Luar biasa banget Mbak Widya 👍

    BalasHapus
  6. Keren ya mba nurita dari SMP dah kenal blog, aku pas skolah dlu tuh malah kurang suka klo ada tugas mengarang..eh skrg malah ketagihan nulis jga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin lama kurikulum makin keren ya ;) SMP ngeblog hehe

      Hapus
  7. Betul sekali dan sangat menginsfirasi kita semua seorang guru menyalurkan hobi menulisnya lewat blog.. keren Bu Nurita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak (mewakili Nurita) wkwkwkwkwk

      Hapus
  8. ADa pepatah bilang "jika kau bukan anak raja, maka menulislah" kata-kata yang ini pun membuat aku senang menulis. semangat kak nuri dan ka nurrahma

    BalasHapus
  9. Profilnya keren² nih teman². Termasuk mbak Nurita yang sudah byk makan garam nulis di beberapa platform. Tmbah lagi terjun ke dunia blogger lagi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaya bener. Aku malah beluk pernah nulis di web lain. Cuma personal2 aja :')

      Hapus
  10. Waaa aku termasuk pengikut rahasianya mbak Nurita hehehehe. Dengan ia cerita sebagai seorang jurusan perikanan yang memilih melanjutkan profesi keguruan (Gr) - dengan gaya bercerita yang jujur dan renyah membuatku terhibur dan dipeluk dalam waktu yg sama.

    Oh ya, ternyata pernah nulis di platform lain dengan pembaca yang sedemikian banyaknya. Makin tertarik sama blog #nuritaway

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pemuja rahasia nih. Wkwkwk :') terimakasih kak apresiasinya

      Hapus
  11. Suka sama gaya menulisnya mba widya, cerita perjalanan menulisku serasa lebih 'wow' pas ditulis hehehe. Makasiih mba wid.. Keep inspiring :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. With pleasure. Nice to meet you mba :* sukses dan dilancarkan ke depannya yaaa ;)

      Hapus
  12. Emang nulis pagi2 tuh efektif ya, bisa dapet banyak. Aku harus rutinin nulis habis subuh kayak mbak Nurita nih.

    BalasHapus
  13. Masyaa Allah mba nurita ternyata masih muda, yang kadang ga konsisten adalah nulis di notes pas muncul ide 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal kalau ga ditulis idenya ilag mba :( wkwk sayang sayang

      Hapus
  14. Wah, sebegitu senangnya dengan menulis sampai punya bookstagram juga ya.. Perlu di contoh nih, biar medsos kita isinya menginspirasi juga :Do

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyanih, tantangan banget loh nge review buku 1 minggu 1 buku wkwkwk

      Hapus
  15. Keren banget mbak nurita... Salut deh... Btw aku juga lagi nerapin gerakan one week on book ya meskipun lebih banyak baca novel sih wkwkwkwk. Mungkin kedepannya kita bisa mutualan ya mbakkk...

    BalasHapus
  16. Salut dengan apa yang ditulis Kak Widyawati. Tulisannya renyah dibaca,enak dikunyah, dan dapat ilmu lagi tentang menggali ide. thnakas Kak Widya

    BalasHapus
  17. aih, pargraf terakhir makjleb bangettt. kalau ndak dimulai dari sekarang, mau kapan? huhuuu, kereeen Mbak Nurita dan terima kasih mbak Widya yang nulis!

    BalasHapus
  18. Ssya pun menemukan hal yang sama mbak, beberapa bloger mengungkap bahwa mereka sudah hobi menulis dan membaca sejak kecil.

    Saya pun juga suka menulis sejak kecil.

    Waktu SD saya pernah bikin buku catatatan pengetahuan-pengetahuan yang menarik, semacam buku ensiklopedia pribadi.

    SMP saya "bikin" buku hadits yaitu buku yang mengumpulkan beberapa hadits yang menurut saya menarik. Saya bahkan memberi judul mutiara apa gitu, lupa haha..

    Saat dewasa saya suka menulis di lembaran kertas tentang hikmah yang saya temukan di perjalanan hidup.

    Sehingga ketika saya mulai menulis di blog bagi saya itu hanya memindahkan kebiasaan menulis di kertas ke blog saja.

    Dan saya pun menemukan menulis di blog punya manfaat yang tidak saya dapati saat menulis di buku catatan pribadi atau kertas. Karena saya bisa berbagi cerita dengan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren kak, semoga konsisten menebar kebermanfaatan ya kak. Terimakasih sdh mampir...

      Hapus

Posting Komentar