Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Pelajaran Tentang Keluarga di Film Ali & Ratu Ratu Queens

24 komentar
Konten [Tampil]
film terbaru iqbal ramadhan


Sejak pandemi, siapa yang jadi sering nonton film di rumah? Nah, kali ini aku ingin mengulik beberapa pelajaran tentang keluarga di film Ali & Ratu Ratu Queen. Film terbaru Iqbal Ramadhan ini baru saja tayang di Netflix bulan Juni 2021 (now!).

Siapa sih yang selalu 'mellow' saat menonton film yang mengulik kisah tentang keluarga? Aku paling nggak bisa sih nonton film yang mengisahkan tentang keluarga, apalagi dikaitkan dengan karir dan mimpi. Rasanya relate sekali dengan apa yang dialami di usia-usia sekarang ini.

1. Sinopsis Film Ali & Ratu Ratu Queens

makna keluarga dari film ali dan ratu ratu queens


Film Ali & Ratu Ratu Queens ini mengisahkan anak bernama Ali yang ingin mencari Ibunya di New York setelah sekian lama terpisah. Ibu Ali ingin mengejar mimpinya sebagai penyanyi di Amerika sewaktu Ali masih kecil. Namun ternyata ini tak sejalan dengan suaminya (ayah Ali). Setelah ayahnya meninggal, Ali ingin menyusul Ibunya ke New York.

Perjalanan Ali tentu tak mudah. Banyak sekali tantangan yang menghadang untuk bisa bersatu dengan Ibunya. Konflik-konflik yang ada membuatku ingin mengulik beberapa pelajaran tentang keluarga di Film Ali & Ratu Ratu Queen.

2. Pemeran Film Ali & Ratu Ratu Queens


a. Iqbal Ramadhan sebagai Ali


Iqbal adalah pemeran utama di film ini, yaitu sebagai Ali. Ali yang jago menggambar dan dekat dengan Ibunya di waktu kecil. Ali merasa hanya Ibunya yang mengerti dia. Oleh sebab itu, saat dewasa dia ingin menyusul Ibunya ke New York.

b. Marissa Anita sebagai Mia (Ibunya Ali)


Di film ini Mia memiliki mimpi besar di New York. Dia meninggalkan keluaganya di Indonesia dan dicap egois oleh keluarga suaminya. Mia merasa hanya Ali kecil yang mau mengerti dia.

c. Happy Salma sebagai Tante Cinta


Tante Cinta ke New York untuk mengikuti suaminya setelah pacaran dan kemudian menikah selama 2 tahun. Setelah bercerai, tante Cinta terpuruk. Namun akhirnya bertemu sahabat-sahabatnya dan tinggal di Queens. Dia berprofesi sebagai pemijit.

d. Nirina Zubir sebagai Tante Party


Tante Party adalah warga Indonesia yang telah 15 tahun tinggal di Amerika. Dia memilih tinggal di sana karena menurutnya Amerika adalah tempat yang keren. Kata orang di sana kita bisa dapat apa yang kita mau asalkan kita gigih. Tante Party bekerja keras untuk hidup yang lebih baik. Dia memiliki mimpi untuk membuka restoran Indonesia di New York.

review-film-ali-dan-ratu-ratu

e. Tika Panggabean sebagai Tante Ance


Dialah yang paling lama tinggal di New York dibandingkan dengan ratu-ratu yang lain. Awalnya, di Makasaar dia dicap sebagai anak yang nakal, kemudian dikirim ke New York (ke tempat pamannya) oleh orang tuanya. Di sana dia menikah dan memiliki anak. Namun sejak anaknya berusia 5 tahun, suaminya meninggal. Dia adalah single mother untuk Eva (diperankan oleh Aurora Libero) putri satu-satunya. Dia bahkan pernah bekerja sebagai tukang pos, supir uber, satpam.

f. Asri Welas sebagai Tante Biyah


Tinggal New York sejak 2005, namun secara ilegal. Tante Biyah senang tinggal di New York, karena di sana dia bisa menjadi diri sendiri. Misalnya bisa berpakaian yang unik, memakai eyeshadow nyentrik. Tips bertahan hidup ala tante Biyah adalah bekerja keras. Kerja apapun di Amerika nggak akan dicemooh, misalnya cuci piring. Di sina ida merasa dihagai, tidak seperti negara asalnya.

3. Review Film Ali & Ratu Ratu Queen


Menurutku film ini sungguh recommended, apalagi sebagai hiburan di tengah pandemi seperti ini. Ceritanya ringan, namun sarat makna. Menurutku setiap tokoh yang ada dalam film ini menginspirasi. Dalam setiap adegan, rasanya aku bisa memetik pelajaran tentang keluarga di Film Ali & Ratu Ratu Queen ini.

Tak hanya mengangkat kisah mengharukan khas keluarga, namun film ini dibungkus juga dengan komedi renyahnya. Ini membuat penonton tidak bosan dan menikmati hingga film selesai.

Film ini juga dibungkus dengan sinematografi yang menurutku super keren. Lokasi shooting yang juga sangat estetik. Gambar dalam film ini sungguh memanjakan mata.





Soundtrack film ini juga menambah indahnya film. Beberapa lagu yang mengisi film ini, meliputi :

  • Why Would I Be - Teddy Adhitya.
  • Khayalan - The Groove.
  • Pesan Di Balik Awan - Adhitia Sofyan.
  • Location Unknown (feat. BEKA) - Brooklyn Session HONNE, BEKA.
  • Runway Lights - Matter Halo.
  • I love you - Billie Eilish.
  • Sisa Hari - Ify Alyssa.
  • Never Look Back - Aurora Ribero.

4. Pelajaran tentang keluarga di film Film Ali & Ratu Ratu Queen


a. Pentingnya komunikasi sebelum menikah


Dari film ini aku merasa, bahwa sebelum membina suatu hubungan lebih lanjut seperti pernikahan, kita perlu untuk menyatukan visi misi. Dilihat dari konflik ayah dan ibunya Ali yang kemudian berbeda arah terkait mimpi-mimpinya sebetulnya bisa dicegah jika sebelum menikah mereka menyepakati apa visi misi keluarga, apa mimpi-mimpi yang ingin dicapai, dll.

b. Tidak ada yang salah dengan Ibu yang memiliki mimpi


Dalam film ini diceritakan bahwa ibunya Ali egois. Namun to be honest aku tidak 100% setuju. Setiap Ibu boleh punya mimpi. Lagi-lagi yang salah di sini bukan mimpinya tapi komunikasinya.

Bisa saja mimpi dan keluarga berjalan beriringin, asal ada kesepakatan. Menurunkan sedikit ego masing-masing mungkin juga bisa jadi jalan tengah.

c. Anak tidak minta dilahirkan


Di sini jelas ditunjukkan bahwa korban dari konflik pernikahan adalah anak. Ali, si anak yang kehilangan sosok Ibu sejak kecil. Dan pada akhirnya kehilangan dua-duanya sejak ayahnya juga meninggal. Nggak mudah untuk hidup dengan hanya satu sosok bukan? Apalagi kehilangan semuanya, meski sebetulnya masih ada raganya.

d. Memaafkan dan memahami


Seperi khas dari film lain, jika ada sosok orang tua yang meninggalkan anaknya, maka anak tersebut jadi membencinya. Lain halnya di film ini. Ali justru memaafkan Ibunya dan memahami mimpi-mimpi Ibunya. Dalam film ini juga ada cuplikan kata yang membuat trenyuh.

Your Mom, your Mom, your Mom, and your Dad!

Ini ada dalam satu adegan saat Ali kecewa dengan Ibunya sejak pertama kali bertemu di New York. Ada penjual makanan yang mengingatkan Ali tentang kutipan tersebut.

e. Keluarga bukan hanya yang sedarah


Ini terlihat dari sosok tante-tante seperti yang telah aku jabarkan di poin pemeran film ini. Betapa sosok tersebut bisa menggantikan keluarga Ali di perantauan. Ketulusanya dan apa adanya itu yang membuat Ali nyaman tinggal di New York.

Meskipun demikian, sebetulnya keluarga Ali (dari bapaknya) di Indonesiapun semuanya baik dan care pada Ali. Budenya sayang pada Ali layaknya anak sendiri. At the end, yang mendukung Ali tinggal di sana juga bude tersebut. Betapa support system itu memang penting.


f. Semua tokoh dalam film bisa diambil pelajarannya


Sepeti yang sudah aku ceritakan, setiap tokoh dalam film ini memiliki background keluarga yang nano-nano. Ada yang divorce, ada yang single mother, ada yang dibuang, namun at the end of the day mereka semua survive di New York, gigih berjuang hingga seperti sekarang. Nyatanya setiap orang memang memiliki struggle-nya masing-masing kan?

***

Demikian sekelumit pelajaran tentang keluarga di Film Ali & Ratu Ratu Queen ini. Aku benar-benar bisa menikmati filmya, namun tetap bisa mengambil setiap pelajarannya. Film ini ringan sehingga aku rekomendasikan sebagai hiburan di kala pandemi seperti sekarang.

Aku menduga ini akan ada part 2-nya sih, karena ending-nya sedikit menggantung. Tapi I hope memang ada lanjutanya. Selamat menonton ya! Oh iya nontonnya di Netflix. :)







Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle personal bloger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi.

Related Posts

24 komentar

  1. Iih kayaknya seru. Makasih banyak buat reviewnya. Jadi pingin nonton wkwk. Emang kalau tinggal di luar negri, bisa ketemu macem-macem orang Indonesia dengan latar belakang beda-beda dan cerita yang unik-unik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah mba Ilma mah udah ngerasain sendiri ya karena sekarang tinggal di Chicago :') aku suka sama film-nya karena ringan untuk ditonton mba (apalagi pandemi, butuh mood booster wkwk). Filmnya juga sarat makna.

      Hapus
  2. Iya nih udah baca beberapa reviewnya, penasaran banget mau nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menghibur banget filmya. nggak mikir gitu tapi penuh makna :')

      Hapus
  3. Saya dengar banyak rekomendasi utk film ini. Jadi penasaran deh sama filmnya

    BalasHapus
  4. Aku udah nonton ini di netflix. Sedih banget emang disaat ibu punya mimpi tapi di samping itu harus ada keluarga yang dikorbankan.
    Drama dan komedinya dapet karena ada ratu-ratu queens 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba. Makanya ga bisa nyalahin 100% ya. Ada sisi yg harus dikomunikasikan. Bagus ya mba filmnya ;)

      Hapus
  5. Aku nonton ini tapi belum selesai karena udah keburu ngantuk. Tapi mau lanjutin lagi wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk ringan banget ya emanh? Tp film kaya gini malah yg dibutuhin waktu pandemi lagi hectic2nya ya kak :')

      Hapus
  6. Saya juga suka film ini. Bela-belain beli akun netflix buat nonton Ali dan Ratu ratu queens. Suami saya ikutan nonton matanya sampai berkaca-kaca. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya terharuuu :') anyway penasaran ada part 2nya ga sih?

      Hapus
  7. brebes mili nih nonton ali and the ganks, apalagi yang udah sangkut paut sama polemik ali dan ibunya, juga sama tante-tante queens. woah bagus filmnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nontom di bioskop kayanya lebih seru ya :(

      Hapus
  8. aku juga sudah nonton film ini. cukup bagus sih filmnya dan suka sama aktingnya marissa anita di sini. bahasa inggrisnya keren banget. heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dah suka sih sama marisa dari sejak dia jadi host good morning di net tv :') cas cis cus pol bahasa inggrisnya

      Hapus
  9. Film indonesia skrang banyak yang bagus yak. Ini film bis jadi rekomen buat ditontin banget kayaknya. Cuss meluncur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hiburan ringan saat pandemic wave lagi nih. Cuss ke netflix ;)

      Hapus
  10. Aku belum nonton. Tapi uda banyak banget yg merekomendasi film ini buat ditontotan. Kata temenku ini tontonan wajib heheheh
    Kan auto penasaran..
    Ditambah baca reviewnya mbaa, makin deh teracuni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaaaa, hiburan banget nonton ini. Aku paling suka sinematografinya ;)

      Hapus
  11. Aku belum nonton ini mba Nur, bisa jadi rekomendasiku nih
    Allhamdulillah sekarang film-film Indonesia keren-keren banget ya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak series juga yang menghibura asli indonesia ;) lagi suka bgt yg lokal nih biar pada maju film indonesia hehe

      Hapus
  12. Masih belum convincing buat aku nonton. Kok judulnya ratu ratu nya diulang ya wkwkwk. Semoga makin maju dan jayaaa deh industri perfilman Indonesia💖

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini film kayanya ada kelanjutannya sih karena agak nggantung. Ratu-ratu itu genknya sih. Menurutku recommended karena selaun produk lokal, ini tuh sinematografinya bagus. Ceritanya ringan (pandemi jangan nonton berat2) pusyiiing wkwk

      Hapus

Posting Komentar