Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Tips Memahami Anak dengan Utuh

Konten [Tampil]
tips memahami anak

Saya ingin membagi sedikit hasil dari Sesi Bicara Keluarga Kita yang saya datangi Mei lalu. Di sini saya mendapat insight tentang Memahami Anak dengan Utuh.

Mengapa harus saya tulis di blog? Karena menurut saya sesi bicara ini adalah forum yang begitu hangat dan sangat bisa menjadi support system. Informasi lebih lanjut tentang Keluarga Kita bisa langsung mengunjungi akun instagramnya (@keluargakitaid).

Di Keluarga Kita memiliki prinsip pengasuhan, yaitu C-I-N-T-A. Bagaimana memahami anak secara utuh?

A. Prinsip CINTA


- C (Mencintai dengan Cari Cara sepanjang masa.)

Pengasuhan adalah perjalanan dengan tujuan jangka panjang. CARI CARA dengan konsisten karena jalan pintas tidaklah efektif. Anak dan keluarga membutuhkan proses dan struktur pada setiap perkembangan.

- I (Mencintai dengan Ingat Impian Tinggi)

Orang tua selalu INGAT IMPIAN TINGGI dan kecenderungan positif pada setiap anggota keluarga. Orang tua percaya anaknya mampu, sebelum anak membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu dengan berhasil.

- N (Mencintai dengan Menerima Tanpa Drama)

Ujian terberat menjadi orang tua adalah mencintai dengan tulus, saat hadapi tantangan dan alami tekanan emosi dalam keluarga. Padahal seharusnya kita meNERIMA TANPA DRAMA, memahami kebutuhan tanpa syarat, dan menumbuhkan potensi tanpa kekerasan.

- T (Mencintai dengan Tidak Takut Salah)

Menjadi orang tua butuh terus belajar, TIDAK PERLU TAKUT SALAH, karena tidak ada keluarga yang sempurna. Refleksi dan adaptasi harus selalu dipraktikkan, sejak masa anak-anak, karena siklus pengasuhan berpengaruh lintas generasi.

- A (Mencintai dengan Asyik Bermain)

ASYIK BERMAIN BERSAMA dan humor perlu dilakukan bersungguh-sungguh. Interaksi hangat bagaikan candu. Kehadiran dan keterlibatan keluarga seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

tips memahami anak dengan utuh

B. Mengenali Sifat & Karakter Anak

  • Prinsip Perkembangan Anak

Memperhatikan tujuan pengasuhan untuk jangka panjang, sehingga hal ini dapat membuat orang tua melihat anak secara utuh dan memiliki ekspektasi yang realistis atas perkembangan dan pencapaian anak.

Memperhatikan 3 aspek perkembangan anak (sosial-emosional, kognitif, dan fisik), serta harus memahami bahwa perkembangan anak terhambat bisa jadi karena kurang stimulasi, pola asuh yang salah, atau gangguan perkembangan. Sensitiflah pada kebutuhan anak dan segera mencari tahu penyebab keterlambatan pada perkembangan anak.

Menerima hal-hal yang menjadi keunikan anak, karena perkembangan setiap anak berbeda, hal ini dipengaruhi oleh faktor bawaan maupun lingkungan, maka bersikap positiflah dalam meresponnya.

  • Aspek Perkembangan Anak

Aspek sosial-emosional
Meliputi apa yang kita rasakan tentang diri kita, hubungan dengan pengasuh utama, orang lain, kelompok, serta berkaitan dengan pemahaman dan manajemen emosi.

Aspek kognitif
Proses pembentukan berpikir sejak kecil sampai dewasa yang meliputi kemampuan mengingat dan belajar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Aspek Fisik
Proses perkembangan motorik kasar dan halus yang dimulai sejak anak lahir dan terus berkembang sampai dewasa. Perkembangan fisik meliputi kontrol, koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan tubuh serta otot.

C. Pengelolaan Emosi

Emosi adalah hal yang wajar, tidak terpisahkan dari kita dan pengalaman berkeluarga. Tapi pastikan untuk mengekspresikan emosi dengan baik.

Saat kesulitan menangani emosi, orang tua kerap berespon pada kebutuhannya sendiri, bukan pada berespon pada kebutuhan dan pengalaman belajar untuk anak.

Anak akan meniru cara orang tua megekspresikan emosi. Pilih cara yang tepat.

Emosi negatif yang tidak ditangani atau disalurkan dengan tepat dapat memulai ‘lingkaran negatif’ kepada anak, diri sendiri, bahkan pada emosinya itu sendiri. Akibatnya, emosi tidak terkendali dan berulang.

Perlu mengenal emosi, cenderung apakah kamu?
Marah ?
Merasa bersalah ?
Khawatir/cemas?
Ingin mendapat pujian/pengakuan kah?
Atau Konformitas (rasa nggak enakan)?

Dengan mengenal emosi ini, diharapkan kita menjadi sadar, sehingga bisa mencari titik tengah untuk berekspresi yang tepat kepada anak.

Last but not the least, tidak ada orang tua yang sempurna. Untuk menjadi orang tua yang realistis memerlukan dukungan sesama orang tua untuk terus belajar mencintai dengan lebih baik.

Semoga bermanfaat ya tips memahami anak dengan utuh ini :) 

ibu di balik gawai


Nurrahmah Widyawati
Mom of 2, Blogger, 9 Antologi's book author, Digital illustrator, Life long learner • Hi, for details tap page "about me" thanks! :)

Related Posts

Posting Komentar