Usia Berapa Anakku Siap Bersekolah?

 

    Sebagai Ibu yang memiliki anak usia pra-sekolah, pasti ada rasa nerveous saat memilih sekolah yang terbaik untuk anak. Namun, di balik itu sebetulnya aku justru bertanya dalam hati. Sudah siapkah anakku untuk bersekolah? Sudah siapkah anakku terjun ke dunia yang lebih luas dan lebih kompleks?

    Memperhatikan kesiapan sekolah anak sangatlah penting. Selain untuk menghindari perundungan dan bekal untuknya terjun ke tatanan masyarakat lebih luas, memahami kesiapan anak bersekolah juga bisa untuk membantu para pengajar agar tidak menghambat kegiatan belajar mengajar.

    Kali ini aku akan share mengenai kesiapan bersekolah anak yang aku catat dari kulwap by Ratih Puspa Rahmani (owner Rumah Lebah Islamic Parenting Support). Ada dua tahapan, yaitu untuk anak pra-sekolah dan anak sekolah dasar. Di bawah ini adalah indikator kesiapan anak bersekolah SD (anak usia 5-6 tahun):

1. Fisik & Motorik
  • Kemampuan motorik kasar sesuai perkembangan usia (melompat, dll) 
  • Kemampuan motorik halus (memegang alat tulis, dll)
  • Berkaitan dengan kemampuan anak membantu dirinya sendiri (pakai sepatu sendiri, dll)
  • Perilaku keselamatan & kesehatan (kebersihan toilet, bahaya yang harus diajauhi, dll)

2. Perkembangan Sosioemosional
  • Kemampuan bersosialisasi (apa anak bisa bercanda dengan temannya atau misalnya saat temannya sedih apakah dia bisa menghibur atau justru menertawakannya. Apa anak bisa bergantian memakai fasilitas umum atau tidak)
  • Regulasi diri terkait emosi (marah atau tantrum)
  • Kemampuan mengontrol diri (mampu mengantre)
https://www.freepik.com/premium-photo/classmates-friends-bag-school-education_3170492.htm
credit : https://www.freepik.com/premium-photo/classmates-friends-bag-school-education_3170492.htm

3. Ketertarikan untuk Belajar
Berkaitan dengan perkembangan otak dan tenaganya. Antusiasme dilihat sejak anak bermain di usia sebelum SD. Karena under SD belajarnya sambil bermain (misalnya : belajar dengan mengaitkan kemampuan wana, huruf, angka, dll).

4. Perkembangan Bahasa 
  • Perbendaharaan kata beragam (anak paham apa yang orang bicarakan)
  • Susunan kalimat tepat (menyampaikan informasi agar orang paham, misalnya : aku tidak suka ini karena ...)
  • Tujuan komunikasi jelas dan tepat (untuk apa dia berbicara)
  • Pengetahuan tentang huruf (paling tidak anak mengetahui huruf-huruf yang dia pakai di sekitarnya, seperti namanya, ibunya, dll)
5. Perkembagan Kognitif & Pengetahuan Umum
  • Anak memahami suatu konsep tentang dunia sekitar (fenomena alam, konsep warna, bentuk,dll)
  • Konsep sosial (konsep dia sebagai anak di keluarga, anak paham siapa ibu dan ayahnya serta di mana dia tinggal)
6. Kemampuan Literasi Dasar.
  • Pengetahuan anak tentang buku. Anak tak hanya membaca buku, tapi dia paham isi buku (tentang sampul, letak halaman buku, fungsi buku, nama penulis, dll)
  • Anak bisa mengucapkan apa yang ada dalam buku
  • Pemahaman anak tentang isi buku. Dia bisa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari
  • Kesadaran anak tentang huruf yang ada di buku. Anak bisa sadar jika ada huruf-huruf yag sudah dia ketahui dalam buku itu
  • Kemampuan menuliskan dan mengeja tulisan di buku
credit : <a href="https://www.freepik.com/photos/school">School photo created by pressfoto - www.freepik.com</a>

     Selain persiapan memasuki dunia sekolah dasar, berikut adalah Aspek-Aspek Kesiapan Anak Usia Dini untuk masuk ke lembaga pendidikan usia dini. Usia dini ini mempersiapkan anak untuk bisa masuk ke sekolah dasar serta TK.
 
1. Fisik & Motorik
  • Kemampuan motorik kasar (stamina dan keinginan anak untuk bergerak)
  • Kemampuan bantu diri (sudah mencapai kemampuan bantu diri yang baik, seperti membawa tas, melepas memasang sepatu, anak bisa memasukkan tas ke dalam lokerr, lulus toilet training, dll)
  • Perilaku keselamatan dan kesehatan (mencuci tangan, sikat gigi, dll)

2. Perkembangan Kognitif & Bahasa
  • Kemampuan memahami instruksi
  • Kemampuan memahami perkataan orang lain (nyambung)
  • Kemampuan menyampaikan kebutuhannya (kosa kata banyak, bisa merangkai kata menjadi kalimat,dll)
  • Kemampuan berkomunikasi dengan selain orang terdekat (selain orang tua, keluarga di rumah)
3. Sosioemosional
  • Kemandirian (kemampuan bantu diri; misalnya lulus Toilet Training/tidak pakai diapers lagi, bisa memilih kegiatan sendiri, dll)
  • Kemampua mengontrol emosi sesuai usia
  • Kemampuan berkegiatan tanpa orang tua di dekatnya
credit : <a href="https://www.freepik.com/photos/school">School photo created by pressfoto - www.freepik.com</a>

Kesiapan anak bersekolah dipengaruhi oleh :
  1. Kematangan perkembangan anak (siap ditinggal orang tuanya, berteman dengan teman sebayanya, dll) 
  2. Pola asuh (yaitu dari orang tua & lingkungan sekitar. Apakah orang tuanya siap anaknya dididik selain oleh dirinya? Apakah orang tuanya telah mempersiapkan anak agar siap bersekolah? Bagaimana lingkungan sekitar anak, yaitu saat dia bertemu dengan tetangganya yg seumuran (usia 5-6 tahun)?

Poin di atas adalah kesiapan bersekolah saat normal. Bagaimana saat pandemi?

Membentuk kesiapan bersekolah di masa pandemi :
  • Mempersiapkan anak dengan rutinitas yang jelas. Misalnya bangun pagi, mandi, sarapan. Meskipun kegiatan online, anak juga harus punya rutinitas yang jelas agar saat tatap muka diadakan kembali anak tidak kaget.
  • Beri kesempatan anak untuk melakukan kegiatan/permainan terstruktur. Untuk anak yang belum pernah bersekolah bisa diajarkan aturan-aturan pada permainannya karena saat sekolah yang sebenarnya tidak bisa sebebas seperti saat bermain di rumah. 
  • Kenalkan kebiasaan dan budaya di sekolah. Misalnya kenalkan saat datang kita menyapa guru dan teman. Di depan sekolah ada taman bermain. Tunjukkan video, buku cerita dengan suasana sekolah agar terbayang dan membangun ketertarikan anak tentang sekolah. 
  • Pastikan kemampuan sosialisasi anak tetap terstimulasi. Misalnya, bagaimana pinjam barang yang betul, membela diri saat diganggu teman, bagaimana anak memahami kelebihan dan kekurangan dirinya.
  • Buat batasan screen time, karena anak sudah berkegiatan secara online, maka batasi screen time selain saat sekolah. Agar anak tidak terlalu kecanduan. 
  • Buat jadwal back up sekolah online. Anak di bawah 5 tahun biasanya tidak full memperhatikan (2-3 tahun), kita bisa mengulang dan memberikan stimulasi sejenis di luar jadwal sekolah online untuk memastikan kegiatan tersebut telah dipahami oleh anak.
credit : <a href="https://www.freepik.com/photos/education">Education photo created by freepik - www.freepik.com</a>

Kapan usia ideal anak untuk bersekolah?
    Usia idealnya, ada saat anak berusia 7 tahun. Meski beberapa anak di 6 tahun juga sudah mulai masuk ke SD swasta. Kematangan berfikir dan sosial emosinal di 7 tahun akan lebih baik, kognitif anak juga sudah masuk ke tahap ke 3. Idealnya memang di usia tersebut.

    Sedangkan lembaga anak usia dini tidak memiliki patokan, kapan anak harus TK A maupun TK B. Bahkan tidak hrarus mengikuti Playgroup. Kalau merasa di rumah sudah maksimal menstimulasi si anak, ya tidak harus mengikuti lembaga usia dini di luar. Kalau merasa masih kurang optmal ya bisa saja ikut ke lembaga anak usia dini. Jadi tergantung kebutuhan masing-masing.




You Might Also Like

2 komentar

Positive vibes only.