Tips Mudik Bersama Bayi Menggunakan Transportasi Umum





Merencanakan perjalanan panjang dengan membawa bayi maupun ‘toddler’ nampaknya menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk para orang tua. Segala persiapan harus matang agar perjalanan menjadi menyenangkan dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi. Ini tips mudik bersama bayi menggunakan transportasi umum.

Sejak anak saya berusia 2.5 minggu, saya sudah membawanya mudik ke kampung halaman. Perjalanan kurang lebih delapan jam menggunakan taxi dan dilanjut dengan kereta api. Banyak yang kaget saat orang lain tahu bahwa bayi yang saya bawa baru berusia 2.5 minggu. Memang ada keadaan urgent yang mengharuskan saya untuk pulang saat itu.

Selain itu, setiap libur lebaran/libur panjang natal biasanya kami juga membawanya mudik ke-2 kota sekaligus, yaitu Gombong dan Solo. Kendaraan apapun juga sudah kami coba. Start from Tangerang, menggunakan kereta api jarak jauh ekonomi/bisnis, kereta api jarak dekat (KRL, Prameks, dll), taxi, pesawat terbang, bahkan becak hingga akhirnya sampai ke tujuan. So, akan saya coba share tips membawa bayi/toddler saat mudik.


  • Pastikan barang bawaan diminimalisir.
Pastikan untuk membawa barang yang memang diperlukan saja. Karena ini konteksnya bukan travelling (red: tidak paham betul letak toko untuk membeli barang tertentu), karena mudik ke kampung halaman pasti kita tahu dan bisa dengan mudah bertanya dimana kita harus membeli barang-barang tersebut. Untuk barang-barang yang bisa dibeli di tempat tujuan, lebih baik beli saja agar barang bawaan terminimalisir.

  • Menggunakan pakaian yang nyaman.
Perlu dipahami pakaian bagus belum tentu nyaman. Nah! untuk sesi perjalanan mudik kali ini, pastikan pakaian anak maupun sang ibu/ayah harus nyaman. Pilih pakaian yang menyerap keringat agar tidak gerah, maupun bisa hangat saat udara dingin. Gantilah diapers maksimal 3 atau 4 jam sekali, jangan tunggu penuh terlebih dahulu, hal ini untuk meminimalisir anak menjadi rewel di perjalanan.

  • Meletakan barang-barang urgent di tempat yang mudah terjangkau.
Barang-barang seperti tiket, diapers, tissue basah/kering, mainan/buku, baju ganti, susu/makanan/minuman, dan lainnya (disesuaikan dengan kebutuhan bayi), pastikan diletakkan di tas yang mudah diakses (jangan sampai masuk bagasi jika di pesawat, maupun diletakan di area penyimpanan atas saat di kereta). Patikan barang-barang tersebut dapat dijangkau tanpa melakukan banyak effort. Jangan lupa bawa kantong plastik ya, siapa tau bayi poop mendadak (ini sering kelupaan untuk para ibu).

  • Membawa media hiburan untuk anak.
Ini must item untuk dibawa saat mudik, bisa berupa buku yang belum pernah dibaca, mainan baru, atau video nursery rhymes baru. Why? Karena hal baru membuat dia tidak cepat bosan dan lebih mudah fokus dalam waktu yang lumayan lama. Bawa juga barang-barang favorit si kecil jika ada.

  • Stay Cool.
Membawa bayi yang masih nyaman dengan comfort zone dia maupun membawa toddler yang sudah banyak eksplorasinya, tidak dipungkiri sebaik apapun persiapannya pasti akan menemukan titik rewelnya. Rumusnya, jangan panik, STAY COOL. Misalkan anak tiba-tiba histeris saat di pesawat, yakinkan diri bahwa itu adalah hal yang wajar dan hampir setiap orang tua pernah mengalami. Orang lain pasti akan memahami situasi tersebut. Jadi, jangan malu maupun menyalahkan anak/diri sendiri. Tenangkan anak (jangan dimarahi ya!), beri pengertian dengan lembut, tawarkan hal-hal yang menarik baginya, cari tahu penyebab rewelnya, dan yakinkan diri pasti ini akan berlalu, jangan lupa berdo’a. Jika perlu bantuan, jangan segan-segan memintanya. Berdasarkan pengalaman, banyak sekali orang baik di perjalanan yang siap membantu.

  • The other things.
Jika memungkinkan, jangan pergi sendirian ya. Ajak partner untuk membatu perjalanan kita, entah suami, eyang, ART, atau siapapun. Karena dengan adanya partner akan mempermudah perjalanan kita, pun agar dapat mengasuh anak secara bergantian selama perjalanan. Jika memang harus mudik sendiri, bisa berdayakan jasa porter untuk membawa barang-barang kita. Selain itu, jika ada rejeki lebih, pilihlah transportasi yang nyaman, misalnya kereta eksekutif, pesawat bisnis (minimal), dll. Dengan fasilitas yang baik akan mempermudah kita melewati sesi mudik kali ini.

Tips di atas adalah berdasarkan pengalaman mudik saya sejak anak saya berusia 2.5 minggu hingga sekarang berusia 21 bulan, rute mudik Tangerang-Gombong-Solo-Tangerang (dalam satu sesi libur panjang), menggunakan transportasi umum.

Semoga bermanfaat ya. Selamat mudik dan keep safety!

pict:google.

You Might Also Like

0 komentar

Positive vibes only.