Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Jurnal Kupu-Kupu Pekan 8 (Bunda Cekatan Batch 2 Institut Ibu Profesional)

2 komentar
Konten [Tampil]

 

tahap kupu kupu buncek

Memasuki tahap akhir di kelas Bunda Cekatan Batch 2 Institut Ibu Profesional, rasanya nggak nyangka. Ternyata untuk jurnal ini sudah spoiler duluan nih di jurnal pekan-7 kemarin. Hehe. Jadi di jurnal kali ini aku melengkapi saja. 

Pekan ini masih berkomunikasi dengan mentor dan mentee meski sebenarnya sudah mulai aliran rasa di week lalu. So ya, kita mulai saja...

A. Aliran rasa tahap kupu-kupu

aliran rasa tahap kupu kupu

Bicara tentang mengalirkan rasa, untuk di tahap kupu-kupu ini aku sudah sedikit menuliskannya di jurnal week kemarin. Terutama di bagian mendiskripsikan kupu-kupu yang telah dibuat. Aku bersyukur bisa bermetamorfosis dengan dikelilingi support system yang positif.

Meski sebetulnya di awal pendaftaran menjadi mentor aku sempat bingung akan melakukan personal branding sebagai apa. Hingga akhirnya aku memutuskan bahwa aku adalah seorang blogger pemula.

Sempat ragu bisa mendapatkan mentee atau tidak. Ada rasa insecurity tersendiri, seperti takut bagaimana kalau ada yang lebih jago? bagaimana kalau nggak bisa jadi mentor yang baik buat mentee?

Namun nyatanya ada dua mentee yang mendaftar. Meski pada akhirnya aku hanya menyanggupi satu saja mentee, alhamdulillah berjalan lancar dan nampaknya mentee berkembang dengan mentoring ini.

Ternyata berbagi ilmu itu membuat hatiku hangat, apalagi mentee juga merasa terbantu dan berbahagia dalam prosesnya. Thanks my mentee! :')

Yang menjadi PR adalah saat aku menjadi mentee. Nampaknya aku kurang maksimal dan kurang aktif. Namun hingga week ini, mentor sudah memberikan banyak masukan untukku. Tinggal aku praktekkan untuk melakukan perbaikan ke depannya.

Dalam mentoring ini aku mengambil tema "menulis untuk menebar kebaikan" dalam peta belajar Heal Widya's World, dengan platform blog. Jadi ada keterkaitan saat aku menjadi mentee dan saat aku menjadi mentor.

Di sini aku menggali tips menulis yang baik dari si mentor. Ada banyak sekali insight yang aku dapatkan. Belajar dengan mentor nyatanya memang membuat progress kita (mentee) bisa melesat lebih cepat. Thank my mentor!

Dalam tahap ini, mentoring akan berjalan baik saat mentor kompeten dalam bidangnya dan mentee aktif menggali ilmunya. Dua-duanya berjalan beriringan.

B. Aliran rasa kuliah Bunda Cekatan IIP

peta bunda cekatan
Peta Hutan Kupu-Kupu (Buncek Batch 2 Institut Ibu Profesional)

Seperti yang terlihat dalam peta di atas. Ada banyak sekali tantangan yang terlah dilewati dalam kelas Bunda Cekatan Batch 2 Institut Ibu Profesional ini. Tiap pekannya sudah terangkum dalam blog ini di kategori (label) Jurnal Ibu Profesional.

Nggak terasa sudah hampir 6-7 bulan kebersamaan di hutan kupu-kupu. Waktu yang nggak singkat untuk belajar (dan konsisten). Dari mulai sangat semangat di awal, melempem di tengah (sampai hampir menyerah) dan bangkit lagi untuk menyelesaikannya hingga akhir.

Aku juga yakin banyak rekan-rekan yang nggak mudah menyelesaikan kelas Buncek hingga akhir. Apalagi 2 bulan terakhir dengan pandemi yang chaos seperti ini. Berada di garis finish membuatku lebih menghargai diri sendiri. We did it, guys!

Dari hutan kupu-kupu ini aku menyadari bahwa ada banyak cara untuk kita bisa belajar, ada banyak pintu untuk kita bisa masuki dan ada banyak media untuk kita bisa berbagi.

Dari tahap ulat yang masih mengulik diri sendiri, hingga makan banyak di tahap tersebut. Kemudian berpuasa dalam tahap kepompong dan berbagi (memberi) dalam tahap kupu-kupu. Analogi mengulik personal branding ini sungguh rapi dan apik.

Di sini aku juga belajar tentang adab belajar, bisa bertemu banyak teman baru yang menginspirasi dan sebuah support system dengan vibes yang positif.

Kini waktunya untuk terbang. Atau kembali bermetamorfosis lagi? Let's see. Yang pasti, sukses selalu & stay safe ya semuanya!

C. Apa yang membuatku bisa terus bertahan?

akhir kelas bunda cekatan

Harus menyelesaikan dengan baik apa yang sudah dimulai, adalah prinsip aku dalam hal apapun. Memulainya dengan baik, akhiri juga dengan baik-baik.

Yang membuatku bisa bertahan hingga akhir adalah saat aku mengingat kembali perasaan saat memulainya dan juga alasan saat aku ingin memulainya. Ada sebuah harapan di sana.

Aku juga nggak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Banyak orang di luar sana yang mungkin membutuhkan ilmu ini namun tidak punya akses ke sini. Maka nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan?

Belum lagi saat difasilitasi dengan ilmu dan koneksi positif yang mungkin akan sulit didapatkan di tempat lain. Feel so blessed.

Dengan melakukan hal di atas, nyatanya aku masih bisa bertahan hingga akhir. Meski tak sempurna tapi bisa! :')

***

Semoga ini bukan akhir, melainkan awal untuk menjadi diri yang lebih baik dan bermanfaat. Alhamdulillah... Terimakasih semua rekan, magika, peri hutan dan tim di balik layar kelas Bunda Cekatan Batch 2 Institut Ibu Profesional. See you!




Nurrahmah Widyawati
Mom of 2, Blogger, 9 Antologi's book author, Digital illustrator, Life long learner • Hi, for details tap page "about me" thanks! :)

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar