Ibu di Balik Gawai Nurrahmah Widyawati

Perjalanan Sembuh dari Gerd dan Anxiety. Jangan Lagi!

10 komentar
Konten [Tampil]

 

gerd dan anxiety

Sudah lama ingin menuliskan tentang perjalananku sembuh dari GERD dan anxiety, namun memang maju mundur sih. Pertama, karena masih terbayang nggak enaknya saat itu, dan kedua sebetulnya not really 100% recovery (kadang kambuh juga meski nggak heboh).

But, ternyata banyak lho yang mengalaminya. Mungkin one of them adalah kamu. Hanya banyak yang diam dan memilih "legowo" serta bersahabat dengan GERD ini. Banyak juga yang bingung handle-nya juga.

Disclaimer. Ini bukan artikel kesehatan. Kamu nggak akan menemukan solusi medis mendetail di sini dari expert. But, aku hanya ingin sharing pengalamanku dan silakan ambil baiknya. Semoga bisa bermanfaat untuk semua.

A. Awal mula GERD dan Anxiety 

Di tahun 2019 aku hamil anak kedua. Hamilnya cenderung doyan banget makan alias hamil kebo, sungguh berbeda dengan hamil si kakak. Namun memang proses delivery-nya tetap sama, yaitu lewat operasi caesar.

Jadwal operasi sudah ada, yaitu tanggal 23 Juli 2019 sore. Beberapa hari sebelum operasi tersebut, aku  sudah melakukan check up kesehatan, baik sample darah, penyakit dalam, USG, dll.

gerd dan anxiety

Pagi harinya aku check-in kamar rumah sakit untuk observasi dan persiapan operasi. Sudah sarapan, namun muntah hebat. Entahlah, apa mungkin saat itu aku tegang atau memang badan sedang tidak fit.

Sore itupun tiba. Setelah delay beberapa menit untuk mendahulukan pasien operasi caesar urgent, akhirnya akupun masuk. Ruangannya as always dingin sampai menusuk tulang. Setelah bius masuk, semua berjalan sewajarnya.

Hingga serangan sesak nafas saat operasipun tiba. Panik. Aku memanggil dokter dan memberitahukan bahwa nafasku sesak. Dan aku berjuang sekuat tenaga untuk tetap bernafas.

Rasanya saat itu hidup dan mati susah dibedakan. Setelah tim dokter memberikan oksigen tambahan dan suntikan (entah apa), perlahan nafasku kembali normal.

B. Gejala yang aku alami saat GERD dan Anxiety

Setelah operasi caesar, aku recovery sewajarnya. Saat di ruang kamar RS, sesak nafasku kambuh. Di situ aku kembali panik. Perawat datang dah menyuruhku menghirup minyak kayu putih, minum teh hangat, dan tenang. Aku ditawari oksigen juga, namun saat itu nafasku sudah mulai kembali membaik perlahan.

Tak berhenti sampai di situ. Saat aku kembali ke rumah, gejela ini masih terus berlanjut. Gejalanya semakin parah. Kalian tahu apa yang ada di pikiranku saat itu? Aku pikir aku terkena serangan jantung.

gerd dan anxiety

Saat serangan itu terjadi, aku merasa menggigil kedinginan bahkan hingga tremor kakinya. Keringat dingin membasahi telapak tangan dan kaki. Jantungku berdebar cepat namun badanku lemas. Nyeri dada dan susah menelan. Dan yang paling pasti adalah sesak nafas.

Saat itu aku nggak tau sih apa yang sebetulnya terjadi pada tubuhku. Awalnya aku merasa mungkin ini efek operasi, atau obat. Akhirnya aku stop obat dari dokter dan check-up ke SPOG yang menangani operasiku.

Sayangnya aku nggak dapat jawaban apa-apa di dokterku ini. Namun satu hal yang aku notice darinya adalah saat beliau berkata "mungkin kamu panik aja". Dari situ aku mulai penasaran.

Beberapa hari kemudian gejala itu kembali kambuh. Rasanya setiap hari penuh rasa takut, takut kambuh. Karena rasanya tipis sekali antara hidup dan bye! Huhu. Namun saat kambuh berikutnya aku lebih bisa mengendalikannya.

Itu terjadi selama sebulan paska operasi caesar. Namun dalam keseharian gejala yang aku alami meliputi sulit menelan, tenggorokan seperti ada yang mengganjal, serak, gangguan tidur, lemas hebat setelah makan, cemas (cenderung takut mati dan sepi). Aku nggak pernah merasaan ini sebelumnya.

Baca juga : Quotes Penyemangat Hidup (masih edisi) International Women's Day

C. Perjalanan medis untuk menemukan nama penyakitku

Beberapa kali aku berganti dokter, mereka bilang aku maag kronis. Namun jawaban demi jawaban yang aku terima sungguh tak memuaskanku dengan gejala yang heboh sebulan belakangan ini.

Akhirnya aku menjelajah di dunia maya. Aku seacrh di google dengan keyword semua gejala yang aku alami. Alih-alih menemukan jawaban, justru aku semakin panik dan anxiety lebih sering muncul.

penyembuhan gerd dan anxiety


Begitupun saat mendengar berita-berita sensitif seperti berita buruk, menyedihkan, dll. Tubuhku selalu bereaksi. Aku pikir ini nggak bisa dibiarkan sih. Aku mulai stop nggak akan lagi mencari ini semua di google. Enough!

Hingga suatu saat aku melihat salah satu temanku yang bercerita di statusnya tentang GERD, obatnya, dan segala macamnya. Aku baru menyadarinya. Ini yang aku cari. Mungkin aku terkena GERD.

Suatu ketika aku ke dokter malam-malam karena kambuh sesaknya. Diberi obat dan disuruh istirahat. Jika tak mereda disuruh kembali lagi dan diinfus. Lagi-lagi judulnya aku terkena maag kronis katanya. Dan jika masih sering kambuh aku disarankan ke dokter penyakit dalam.

Aku langsung bertanya, apakah ini ada indikasi GERD? lalu dokternyapun mengiyakan. Namun beliau memastikan bahwa ini kerap dialami banyak orang. I'm not the only one.

Aku akhirnya mulai curhat ke teman yang kemarin sempat pasang status di medsosnya. Nyambung banget dan sama banget dari gejala dan semuanya. Dia adalah my support system sampai sekarang.

D. Ikhtiar untuk sembuh dari GERD dan Anxiety

Setelah itu aku memberitahu Ibuku dan beliau mengirimkan ramuan herbal Cina (entah apa) untuk aku konsumsi, diseduh gitu. Satu minggu mengkonsumsinya, surprisingly aku jadi sering buang gas dan bau (sorry for this but important).

Meski belum signifikan sembuh, tapi aku mulai merasa ada perubahan. Dua minggu mengkonsumsi rasanya lebih enteng meski masih sering kambuh. Terutama lemas setelah makan, itu sih masih ada.

penyembuhan gerd dan anxiety

Karena aku di perantauan dan mengurus baby kecil, akupun menyerah. Akhirnya aku tinggal sementara di kampung halaman Ibu, agar saat proses penyembuhan dan anak-anakku ini ada yang jaga. Aku bisa berobat ke dokter dengan fokus juga.

Di kampung halaman aku mendapatkan dokter umum tapi senior. Antrenya lumayan panjang. Ini titik awal kesembuhanku. Allah memberikan kesembuhan lewat dokter senior ini. Sehat-sehat ya dok!

Saat masuk ruangannya aku cerita A sampai Z tanpa terlewat. Dokter ini menanggapinya dengan sabar dan tenang seakan aku baik-baik saja. Beliau menyuruhku berbaring dan melakukan pemeriksaan.

Setelah itu beliau memastikan bahwa paru-paruku sehat dan jantungku dalam kondisi normal. Aku memang terkena GERD. But, it's okay, dia memberiku satu lembar print kertas berisi menu diet. Hah? diet?

E. Sembuh dari GERD dan Anxiety 

Untuk meredakan gejala yang ada aku diberikan beberapa obat dengan aturan minum yang lumayan ribet. Yang pasti ada satu obat yang selalu aku ingat, yaitu Lanzoprazole (atau Omeprazole di tempat lain).

Selain mengonsumsi obat medis itu, aku juga diwajibkan untuk diet. Sayang seribu sayang list dietku hilang entah dimana (wanna cry!). Padahal aku sempat memberikan list itu ke rekan yang memiliki GERD juga dan dia bisa pulih.

I hope ulasanku ini memberikan semangat untuk yang sedang berjuang pulih juga. Intinya seperti ini. CMIIW.

1. Diet

Diet yang dimaksud di sini bukan diet menurunkan berat badan. Namun diet menghindari makanan tertentu yang menjadi pemicu memburuknya keadaan. Apa saja yang dihindari?

  • Buah yang mengandung banyak gas, seperti jambu biji, apel, durian, dll. Jadi yang boleh dikonsumsi misalnya pisang dan buah yang mengandung banyak air.
  • Kopi, teh, susu, semua yang kental nggak boleh. Yang cair boleh sih tapi aku pure menghindari agar maksimal penyembuhannya.
  • Minuman bersoda.
  • Cabai, cuka, asam. Ini aku stop, padahal aku suka banget makanan pedes hiks.
  • Rempah yang strong (lada, dll)
  • Sayuran mentah, karena mengandung banyak gas (lalapan, pare, dll)
  • Lemak hewani
  • Santan kental (cair boleh)
  • Makanan dibakar stop dulu
  • Ubi, singkong, dll (ini berat saat dicerna ternyata, jadi hindari dulu)
  • Minyak (jadi pilih makanan direbus dan kukus)
Sebetulnya masih ada beberapa, tapi aku nggak ingat semuanya. Aku menjalani diet tersebut selama satu bulan. Bonusnya adalah berat badan turun (tapi tetap kenyang) dan jerawat di muka menipis. Dan badanku kembali fit. Jadi total aku sakit hingga lumayan membaik adalah dua bulan.

Jadi apa yang aku makan selama diet? Kok pantangannya banyak? Hahaha, ya memang sih. Tapi works lho di tubuhku. Aku bisa makan tempe tahu bacam, makan ayam (bagian dada) dengan pengolahan tanpa minyak, buah pisang, buah naga, telur rebus, ikan kukus, pepes, dll.

penyembuhan gerd dan anxiety

Dua minggu pertama aku full patuh pada list. Setelah membaik, berikutnya aku tetap diet namun mulai kendor. Seperti makan olahan makanan dengan ditumis/panggang namun dengan sedikit minyak. Minyaknya pun bukan sawit, namun minyak kelapa.

Selain itu aku mengkonsumsi jamu kunyit temulawak sehari dua gelas. Namun harus banyak minum air putih ya. Gaya hidup ini bertahan hingga 3 bulan. Aku betul-betul pulih di bulan keempat.

2. Pola hidup

Saat sedang kambh-kambuhnya aku tidur dalam posisi duduk. Saat lumayan baik, aku tidur dengan bantal tinggi. Dan akhirnya kini tidurku normal. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau kamu pernah mengalami GERD, yaitu:

  • Tidur 2-3 jam setelah makan
  • Terakhir makan pada jam 6 sore
  • Makan sedikit namun sering, jangan makan berlebihan dalam satu waktu
  • Jangan begadang
  • Mengunyah makanan sampai lembut, jangan terburu-buru
Baca juga :

F. Berdamai dengan GERD dan Anxiety

Sembari melakukan pengobatan medis, ada beberapa hal yang perlu di-notice terkait dengan psikis dalam GERD dan Anxiety.

penyembuhan gerd dan anxiety

1. Ikhlas memafkan

Suatu pagi aku mendengar sebuah kajian. Bahwa apa yang ada di hatimu bisa muncul sebagai penyakit fisik. Benar adanya, aku memang waktu itu memiliki sampah hati karena terdzolimi oleh seseorang. Perlahan aku belajar memaafkan dengan ikhlas. Nyatanya fisikku semakin pulih kala itu.

2. Detox internet

Hingga kini aku jadi terbiasa untuk hanya membaca apa yang dibutuhkan saja, jangan berlebihan. Tsunami informasi apalagi yang bersifat negatif bisa memunculkan burnout, lelah nanti.

3. Mencari circle dengan positive vibes

Di sini aku mulai memilah prioritas. Hanya mengikuti circle komunitas yang memang sanggup dijalani dan membawa aura positif. Begitupun saat memilih teman. Yang toxic mohon maaf, jangan sering-sering ketemu atau kontak ya.

4. Rutinitas

Salah satu yang memunculkan burnout adalah rutinitas yang nggak ada jeda dan overload. Di sini aku belajar untuk membuat to do list dan rutin journalling. Dengan ini rutinitas yang ada lebih produktif dan selesai tuntas.

5. Olah raga

Olahraga yang rutin aku lakukan adalah berjalan, yoga, dan zumba. Seperti yang kita tahu bahwa berkeringat adalah salah satu cara meningkatkan hormor endorfin atau hormon kebahagiaan.

***

Sekian sharing-ku kali ini. Semoga bermanfaat ya! :)

Apakah kalian ada yang pernah terkena GERD dan anxiety juga? Selamat berjuang untuk pulih ya. Semoga sehat terus, panjang umur dan kembali beraktivitas dengan bahagia.



Nurrahmah Widyawati
Mom of 2, Blogger, 9 Antologi's book author, Digital illustrator, Life long learner • Hi, for details tap page "about me" thanks! :)

Related Posts

10 komentar

  1. Masya Allah cluh pecinta sambal hahaha.


    Manfaat aku baca sampai kahir geleng2.

    Wah wah kayake banyak yg aku pantang nih hwkakakKK..


    Aku mau mbak... tips nta aku bakal coba jga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada GERD jugakah? semangat hehehe makasih dah mampir ya ;)

      Hapus
  2. Wah aku banget mom, bahkan sempat ganggu siklus mens karena pengaruh obatnya. Sekali kumat cuma bisa diem dan berusaha selonjoran, hiks. Penyakitnya orang sibuk katanya, nggak sempat makan dan minum tapi duduk terus dan begadang mulu :(.
    Semoga Mom Widya sehat selalu ya, semoga nggak kambuh lagi :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyakah? Baru denger aku ini penyakit orang sibuk hahaha ada-ada aja. Semoga artikelnya bermanfaat ya mom. Untuk dirimu juga semoga sehat dan bahagia selalu ya ;)

      Hapus
  3. Terima kasih sharingnya mbak...
    Tips berdamainya sepertinya bisa diterapkan untuk segala penyakit ya mbak..

    BalasHapus
  4. Banyak banget ya mba pantangannya.. Aku pingin diet juga, dan semua list itu masuk juga untuk syarat diet..
    Dan banyak yg susah aku lakuin seperti makanan pedas.. Intinya konsisten ya kalau mau sembuh/kalo ingin diet juga :D Harus ditahan keinginan mulutnya..wkwkk,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak. Jujurly aku nggak tahu kalau diet nurunin BB itu gimana caranya wkwkwk. Tapi diet GERD ini di aku emang bonusnya BB turun (sekarang dah sembuh ya naik bgt lagi wkwkwk nakal emang). Nah, bonus lagi, setelah diet itu bikin kita nggak marah2 lho. Lebih bisa nahan emosi. Jadi pingin diet itu lagi :)

      Hapus
  5. Reminder bgt buat aku nih mba, bosa separah itu ternyata yaa...
    Jdi lebih hati2 krna masih suka nekad minum kopi, klo sambel malah tiap hari...
    Padahal pnya mag, dan kalo kumat lgsg kuyah2 permen ijo deh 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Permen ijo WKWKWKWK. Iya mbak, tp yg pasti jgj stress jugasih selain makanan :') sehat2 ya mbak. Aamiin

      Hapus

Posting Komentar