Tips Memilih Buku untuk Bayi (0-1 tahun)

pict: google
Saya mulai membacakan buku untuk anak saya di usianya yang menginjak 6 bulan. Ternyata terlambat! Bayi sudah bisa dibacakan buku sejak lahir alias 0 bulan, bahkan sejak janin dalam kandungan. So, akan saya share bagaimana sih memilih buku untuk bayi 0 sampai 1 tahun (ALA IBU NASHA). Ini saya dapatkan dari beberapa literatur dan berdasarkan pengalaman pribadi. Di usianya yang sekarang (2,5 tahun), Nasha suka sekali dengan buku.




To be honest, Nasha tidak memiliki buku sebanyak teman-temannya. Ya, dia memiliki banyak teman-teman dengan ibu yang sangat cinta dengan dunia literasi. Mereka bisa spending berjuta-juta bahkan belasan juta rupiah untuk melengkapi perpustakaan mini di rumahnya masing-masing. Awalnya saya tertarik untuk membacakan Nasha buku setelah mendapat semacam seminar tentang literasi anak, terutama bayi. Kemudian saya tergabung menjadi reseller resmi sebuah brand buku bayi dan dari komisi penjualannya saya belikan buku untuk Nasha.

Pernah nggak sih dapat komentar, "Untuk apa membacakan buku pada bayi? kan belum paham". Jangan under-estimate dulu, Moms. Banyak banget lho manfaat membacakan buku (story telling) untuk bayi, yaitu meliputi : memperkuat bonding anak dengan orang tua, merangsang perkembangan otaknya, dan juga ini merupakan langkah awal untuk membangun kecintaannya akan dunia literasi di masa mendatang. Membacakan buku untuk balita-pun manfaatnya sangat besar untuk memperkaya kosa katanya, memberikan banyak informasi kepadanya, serta berdampak pada koneksi synapses di otaknya. Hal ini akan berhubungan dengan tumbuh kembangannya ke depan.
pict: google
Jangan dikira membacakan buku untuk anak adalah ritual membaca kata per kata yang ada di buku dan sudah. No. Ada beberapa tips untuk membacakan buku pada anak (terutama bayi), yaitu meliputi:
  • Rutin membacakan buku untuknya setiap hari, cari waktu yang tepat, misalnya saat bed time atau sebelum tidur. Pastikan dia sedang tidak haus, lapar, atau mengantuk. Hilangkan distraksi seperti ponsel, TV, dll.
  • Jika pada saat membacakan buku untuknya namun dia justru merebutnya, biarkan. Jangan paksakan membacanya sampai selesai. Dengan bayi mengambil buku tersebut dari kita, berarti dia mulai tertarik untuk eksplorasi buku tersebut. Itu merupakan salah satu hal yang perlu diapresiasi juga.
  • Tunjuk gambar yang ada di buku tersebut, kemudian katakan dengan jelas (bukan bahasa bayi) apa nama gambar tersebut. Oneday, kalian akan dibuat terkejut bahwa ternyata bayi merekam semuanya. Suatu saat dia akan bisa menyebutkan gambar tersebut satu per satu.
  • Bacakan dengan suara yang nyaring (read aloud), full ekspresi dan gesture tubuh yang mendukung. Buat semenarik mungkin sehingga bayi memiliki atensi penuh terhadap kita dan bukunya. Membacakan dengan nada suara yang berbeda-beda juga dapat membuatnya lebih tertarik dan penasaran dengan suara yang mereka dengar.
  • Ajak dia untuk ikut memegang buku tersebut dan meng-eksplorasinya.
pict : google
Tips Memilih Buku untuk Bayi (0-1 tahun) : 

A. Material boardbook (karton tebal) dan rounded alias pinggiran buku tidak tajam. Karena pada masa-masa ini, anak masih cenderung berada di fase oral untuk menjilat, menggigit, merobek, dan eksplorasi buku. Dengan memilih buku bermaterial boardbook diharapkan tidak mudah untuk disobek olehnya, dan pinggiran rounded ditujukan agar aman untuk dieksplorasi. Selain material boardbook, bunda juga bisa memilih material yang terbuat dari bahan plastik (bathbook) serta buku kain (softbook), buku tipe tersebut sangat aman dieksplorasi oleh anak.


doc. pribadi


B. Buku high contrast (warna hitam & putih). Bayi yang baru lahir terbatas dalam penglihatannya, namun mereka sudah dapat membedakan terang dan gelap, sehingga mereka sangat suka dengan pola warna hitam dan putih. Yuk stimulasi mereka dengan buku tipe high contrast.

doc. pribadi
C. Buku dengan ilustrasi yang sederhana dan jelas, berwarna cerah, serta dengan kalimat yang pendek (dominan pada gambar saja). Gambar bisa berupa gambar real maupun tidak real. Ukuran buku cenderung tidak terlalu besar.

doc. pribadi

D. Buku dengan banyak fitur; seperti sensasi sentuh (touch & feel), sensasi tarik-dorong, geser, berputar, buka-tutup, buku topeng, dll. Berikut adalah contoh buku-buku berfitur, keterangan terdapat pada caption masing-masing foto.

doc. pribadi (buku dapat digunakan sebagai topeng)




doc. pribadi (buku fitur touch & feel)
doc. pribadi (buku fitur buka-tutup)

doc. pribadi (buku fitur geser-tarik)
doc. pribadi (fitur geser, tarik, putar)
E. Buku bersuara (soundbook). Buku ini sangat menarik karena dilengkapi dengan suara-suara yang muncul saat menekan tombolnya, sehingga dapat menciptakan sesasi real karena terdapat suara pendukung dari isi buku tersebut.
doc. pribadi

***
Demikian beberapa tips memilih buku untuk bayi (0-1 tahun) ala Ibu Nasha. Membacakan buku untuk bayi sangat banyak manfaatnya dan ini sudah saya rasakan. Nasha menjadi suka dengan buku, lebih banyak menguasai kosa kata, dan lebih cepat untuk berkomunikasi. Selebihnya, tiap anak itu unik. Yang penting bukan hasil yang sempurna, tapi sama-sama mencintai prosesnya. Semoga ini dapat bermanfaat untuk anak-anak kita ke depannya. Bukan tentang harga buku atau seberapa banyaknya buku yang anak kita punya. Yang mereka butuhkan adalah orang tua yang meluangkan banyak waktunya dengan berkualitas untuk membersamai anak-anaknya saat membacakan buku, sehingga tercipta bonding yang sangat kuat.

Thank you for reading this. Mohon maaf untuk segala kekurangan. See you, semoga bermanfaat!

You Might Also Like

0 komentar

Positive vibes only.