Nurrahmah Widyawati Mom Blogger Perempuan

IndiHome, Bestie Ibu Mewujudkan Anak Kreatif di Indonesia!

38 komentar
Konten [Tampil]

IndiHome internetnya Indonesia

Aku berada di persimpangan jalan klasik dengan dua pilihan kala itu. Tapi kini aku menyadari bahwa itu bukan pilihan, namun keputusan terbaik.

Hi, aku Widya. Hampir enam tahun sudah aku berkarya dari rumah diselingi pekerjaan domestik yang kata orang tidak ada habisnya. Namun ada satu hal yang paling aku sukai dalam segala aktivitasku kini, yaitu bermain bersama anak.

Perkenalkan, anakku Nasha (5.5 tahun) dan Raina (3 tahun). Anyway, Jum'at kemarin Nasha baru saja masuk sekolah. Dia langsung masuk ke TK B. Why?

Awalnya, aku berniat untuk menerapkan home schooling pada anak-anakku. Namun dengan segala pertimbangan keluarga, kami memutuskan untuk menyekolahkannya di sekolah formal. So, yang aku lakukan adalah menstimulasi anakku sendiri di rumah hingga kini Nasha masuk sekolah formal di jenjang TK B.

Jika ditanya, "kamu ingin menjadi apa?". Aku selalu menjawabnya dengan yakin, "menjadi Ibu Rumah Tangga". Suatu keputusan yang menimbulkan pro kontra klasik. Namun beruntung aku ada di zaman digital. Yang bisa menggenggam dunia dari rumah saja. IRT juga bisa sekeren itu! Ya nggak? :)


Masa Terpuruk Menjadi Ibu

Mungkin ini akan menjadi kisah yang biasa-biasa saja. Namun semakin bertambah usia, aku mulai mengapresiasi sekecil apapun perjuangan dan semudah apapun langkah.

Aku percaya, yang kecil bagi kita, belum tentu bagi orang lain. Yang menurut kita tidak berharga, belum tentu orang lain merasakan hal yang sama. 

Kini bicara mengenai dunia Ibu. Meski kini aku sudah memasuki fase self acceptance, bukan berarti aku tidak pernah ada di masa-masa terpuruk. Pertanyaan khas yang menyudutkan dan seakan ingin menimbulkan penyesalan tentang sebuah keputusan menjadi Ibu Rumah Tangga sudah khatam bagiku.

Di tengah perjalanan aku berdamai dengan diri sendiri, aku mulai menulis beberapa buku antologi dan menemukan komunitas menulis dari internet. Tidak hanya itu, tulisan yang bagiku remeh, ternyata bisa jadi penyemangat bagi orang lain yang membacanya.

Di buku-buku tersebut aku menuliskan tentang bagaimana berdamai dengan keadaan toxic bagi Ibu baru, bercerita mengenai Ibu yang bisa berkarya dari rumah, dan Ibu yang berjuang keras untuk me-manage marahnya ke anak.

Selain itu, aku juga bercerita tentang dilema anak sulung yang memiliki adik, tips berkomunikasi dengan anak usia dini, dan beberapa keresahan lain yang aku tuangkan dan semoga bisa dipetik hikmahnya.

Dari situ aku menyadari bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menginspirasi dan setiap buku pasti menemukan pembacanya.

Setelah beberapa buku antologiku terbit, aku mulai serius menulis blog. Aku merekam jejak bermain bersama anak dan hectic-nya dunia Ibu di blog ini dan Instagram. Jika dilihat kembali, rasanya aku tak menyangka sudah sejauh ini kami berjalan beriringan.


Mendidik Anak Kreatif Dimulai dengan Ibu yang Bahagia

Pernahkah kamu mendengar bahwa "anak yang bahagia lahir dari Ibu yang bahagia?" Yes, aku mempercayai itu. Anak yang bahagia akan lebih mudah mendapat insight positif dan kreatif.

Dengan keadaanku sebagai perantau, rasanya mengandalkan diri sendiri (dan suami) sudah menjadi sebuah kewajiban. Efeknya? Capek. Solusinya? Cari kebahagiaan.

Bahagia juga menjadi hal yang sangat relatif dan not depend on orang lain, but me my self! Aku menemukan kebahagiaan itu dengan mengajak Ibu lain untuk bergandengan tangan melewati fase lelahnya menjadi Ibu. 

Nyatanya memang nggak hanya aku dan kamu yang "lelah" dengan stigma yang menempel pada seorang Ibu. Ibu juga boleh lelah kok dan boleh menangis juga. Bukan tidak bersyukur, namun untuk menikmati kehadiran diri secara utuh, segala emosi perlu diakui.

Itulah alasanku dan beberapa rekanku membentuk Bahasa Semesta, sebuah ruang menulis khusus wanita untuk saling menyemangati. Kini kami sudah menerbitkan tiga buku antologi.

Mendidik Anak Kreatif Dimulai dengan Ibu yang Bahagia

Di Bahasa Semesta, karya pertama yang diluncurkan adalah buku antologi "Kisah Dunia Ibu". Berisi kumpulan kisah para Ibu dengan segala suka dan dukanya.

Di buku antologi tersebut kami ingin menyuarakan bahwa semua Ibu adalah pejuang, baik yang berkarir di luar rumah, domestik, penyintas depresi, pengajar, pejuang anak berkebutuhan khusus (semuanya!) adalah Ibu yang hebat dan berhak bahagia serta berkarya. Tidak perlu dikotak-kotakkan.

Buku kedua Bahasa Semesta adalah "Apa yang Menyakitiku tidak Menjatuhkanku". Buku ini berisi kumpulan kisah perjalanan para wanita menghadapi ketidakadilan atas perundungan yang diterimanya. Meskipun mengalami hal tersebut, kita tetap punya pilihan untuk bangkit. 

Sedangkan buku ketiga membahas mengenai "Impianku Belum Mati". Berisi kumpulan kisah perjalanan wanita dalam menggapai mimpi-mimpinya. Buku tersebut ditulis untuk menginspirasi para wanita agar jangan takut untuk bermimpi. Percayalah bahwa mimpi kita akan terwujud bisa dengan cara, bentuk dan di waktu yang tepat.

IndiHome dukung kreatifitas anak

Hingga kemarin aku dan tim sempat menyelenggarakan webinar online bernuansa woman mental health dengan topik "Self acceptance, self forgiveness, self love". Dan dilanjutkan pembukaan nulis buku antologi bareng batch 4.

Bahasa Semesta diinisiasi oleh Shita sebagai founder dan aku, Arin, dan Herma sebagai co-founder. Kami sangat berharap ruang ini bisa menginspirasi para wanita untuk berjuang di jalannya masing-masing.

IndiHome peduli anak Indonesia

Kami berharap wadah yang kami buat ini bisa menjadi salah satu jalan untuk mereka tetap semangat menjalani hidup, tetap semangat menjadi Ibu, serta menjadi jalan untuk mereka tetap punya harapan dalam hidup.

Pada dasarnya, jika seorang Ibu 'selesai' dengan diri sendiri, maka dia bisa mendidik anak-anaknya dengan lebih baik dan maksimal.

Kami sangat aware terhadap pentingnya mental health yang baik dan sehat oleh seorang Ibu dalam proses mendidik anak-anaknya di rumah. Untungnya sekarang akses internet sangat baik, sehingga relasi dan konektivitas bisa terjaga dari mana saja #MomSupportMom.


Mencari Inspirasi Kegiatan Anak di Rumah dengan Internet

Setelah selesai dengan diri sendiri, kini saatnya kita berbahagia dengan anak-anak di rumah. Bahwa kita berharga, bahwa kita adalah dunia bagi mereka.

Aku mengamati kini kita mulai menganggap produktif adalah sesuatu yang pasti menghasilkan uang. Padahal lebih dari itu, mendidik anak dengan serius juga merupakan suatu produktivitas.

Hanya karena tidak bisa terukur dengan penghasilan maupun uang, bukan berarti hidup Ibu gagal. Setiap Ibu punya prioritas, pun keadaan yang berbeda-beda. Nikmati perannya masing-masing.

Akupun kini mulai menyusun strategi dan prioritas serta lebih berfokus ke keluarga, terutama anak-anak. Dengan internetnya Indonesia, aku bisa beraktivitas seru bersama anak meski di rumah aja.


Berikut adalah tips dariku untuk tetap waras dalam mendidik anak di rumah:

1. Buat rutinitas

Buatlah rutinitas untuk menstimulasi anak tentang mempersiapkan perubahan, membentuk kebiasaan baik, meningkatkan kemandirian anak serta melatih anak untuk bersabar.

Permainan stimulasi rutin juga bisa dilakukan di rumah. Stimulasi ini bukan hanya mengajak anak bermain, namun juga tersirat pembelajaran yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya sesuai usia juga. Biasanya di akhir pekan aku membuat list permainan edukatif apa saja yang akan kami lakukan sepekan ke depan.

ide main anak balita

2. Perbanyak ngobrol

Hal sederhana namun krusial. Aku sangat merasakan the power of ngobrol ini, apalagi deep talk. Jangan pernah meremehkan setiap pertanyaan itu. 

Perlahan seiring waktu anak jadi mempercayai Ibu sebagai kamus nomor satunya, berbicara apa saja yang dialaminya dan bonding keluarga semakin kuat.


3. Membacakan buku

Hampir sama dengan ngobrol, membacakan buku juga bisa kita gunakan untuk memberi insight serta nasehat tanpa menggurui. Pilihlah buku yang sesuai usianya dan dengan inti cerita yang menyangkut pembelajaran yang baik. Untuk anak usia dini bisa dimulai dari adab.


4. Mengajarkan Life Skill

Ini juga nggak kalah pentingnya. Banyak anak tumbuh dewasa dengan bossy, tidak bisa survive dengan skill dasar hidup. Misalnya mereka tidak bisa mencuci baju sendiri, mencuci piring bekas makannya sendiri, memasak level basic, bahkan beberes rumah.

Jangan dianggap semua itu hanya untuk perempuan. So ya, life skill juga wajib diajarkan untuk para anak laki-laki yang akan tumbuh menjadi suami siaga.

Meski semua pekerjaan itu bisa didelegasikan, namun saat anak kita bisa melakukan itu semua sendiri maka mereka jadi bisa menghargai pekerjaan orang lain. Mereka juga akan memiliki empati terhadap orang lain serta tidak meremehkan pasangannya kelak.


5. Perbanyak bermain bersama

Banyak orang tua membelikan mainan untuk memenuhi ruang bermain anak. Nggak masalah juga. Tapi taukah bahwa mainan terbaik adalah main bersama keluarga?

Bermainlah bersama anak-anak sejenak karena anak itu cepat sekali besarnya. Nggak ada ide main? Cari saja di internet banya ide permainan untuk family time.

*

Tentu masih banyak lagi yang bisa dilakukan. Dengan internet, semua hal lebih mudah kan? Inspirasi nggak pernah habis! ^^

IndiHome

IndiHome, Bestie Ibu Mewujudkan Anak Kreatif dengan Internetnya Indonesia

Salah satu hal yang aku syukuri di zaman serba digital ini adalah akses internet tanpa batas. Dengan internet, seorang Ibu bisa memaksimalkan kemampuannya untuk mendidik anak dari rumah.

IndiHome hadir menjadi jawaban atas kebutuhan orang tua masa kini. IndiHome memiliki layanan internet yang menggunakan jaringan fiber optik dan tersebar di Indonesia. IndiHome hadir dengan menawarkan pilihan kecepatan Internet unlimited hingga 300 Mbps.

Selain cepat, akses internet IndiHome juga lebih stabil dan tahan terhadap cuaca. So, bisa banget deh jadi bestie saat bekerja, belajar, belanja online hingga bermain games di rumah. Semakin praktis dan nyaman!

Selain internet, IndiHome juga memiliki layanan TV. berlangganan. Adapun beberapa fitur unggulan yang dimiliki oleh IndiHome meliputi fitur Playback, Pause and Rewind, rekam tayangan untuk ditonton lagi nanti, tonton ulang tayangan live, kontrol penuh atas video yang diputar, fitur karaoke, serta aplikasi UseeTV GO.

IndiHome juga menghadirkan tayangan edukasi untuk anak lho! Apa itu? Check this out!


IndiKids dari IndiHome, Tayangan Positif dan Inspiratif untuk Anak Indonesia

Taukah kamu? Sebagai wujud kepedulian terhadap anak Indonesia dan menyambut Hari Anak Nasional 2021 lalu, IndiHome meluncurkan channel spesial untuk anak bernama IndiKids.

Jadi, channel ini menyajikan tayangan hiburan dan edukasi gitu. Seperti yang kita tahu bahwa tayangan yang ditonton anak sangat berdampak pada moral anak. Oleh karena itu IndiKids persembahan IndiHome ini turut menjaga moral anak bangsa.

Bagamana caranya? Yaitu dengan menghadirkan tayangan lokal yang berkualitas serta menginspirasi, tentunya tanpa menghilangkan kearifan budaya Indonesia. Ini bertujuan memberikan hiburan yang mendidik, memperluas wawasan dan ide-ide kreatif.

Uniknya, IndiKids ini mengusung gerakan “Semarak Animasi Lokal”, yaitu sebuah kampanye yang bertujuan untuk mengangkat produk animasi anak bangsa menjadi “local hero” di negeri sendiri. Keren kan?

IndiKids sudah bisa kamu nikmati mulai 23 Juli 2021 lalu oleh seluruh pelanggan IndiHome melalui Hybrid Box IndiHome TV di channel 314 (SD) atau 934 (HD). Pelanggan juga dapat menyaksikan saluran tersebut melalui gadget/smartphone melalui aplikasi UseeTV Go atau situs www.useetv.com di mana saja dan kapan saja.

Selain meluncurkan tayangan positif untuk anak di atas, kemarin IndiHome juga mendukung pameran seni anak bangsa. Apakah itu?


IndiHome Dukung Pameran Seni Anak Bangsa di ARTJOG 2022

Setelah dua tahun diselenggarakan secara online, ARTJOG kini kembali hadir secara offline.  Pameran seni ini berlangsung sejak tanggal 7 Juli - 4 September 2022.

Pameran yang diselenggarakan di Jogja National Museum ini bertujuan sebagai wadah bagi seniman yang selalu loyal menandai zaman dengan karyanya. Tema 'Expanding Awareness' dipilih untuk mengingatkan bahwa seni itu tak terbatas suatu gender tertentu serta tak memandang keterbatasan atau difabel. Semua bisa berkarya!

Hal di atas sejalan dengan semangat IndiHome sebagai Internetnya Indonesia. Tentunya dengan dukungan dan antusias serta kreatifitas para masyarakat serta seniman yang terus berkarya tanpa batas.

IndiHome internetnya indonesia

Oleh karena itu, perusahaan milik Telkom Indonesia ini turut mendukung gelaran ARTJOG pada tahun ini. Caranya adalah dengan mengajak pelanggan setia IndiHome yang terpilih untuk mendapatkan tiket secara gratis dan datang langsung ke ARTJOG.


Penutup

Bayangkan jika tidak ada internet! Rasanya aku enggan membayangkan, karena manfaat internet sudah sangat terasa untuk produktivitas sehari-hari. 

Apakah kamu juga sudah merasakan manfaat dari IndiHome Internetnya Indonesia? Kalau belum, coba ya ^^


Referensi pendukung:

  • https://www.indihome.co.id/internet
  • https://www.parentnial.com/2021/07/hi-parents-kini-hadir-indikids-persembahan-indihome-untuk-anak-indonesia.html
  • https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-6175461/indihome-dukung-pameran-seni-anak-bangsa-di-artjog-2022

blogger parenting

Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, food-travel dan kehidupan sehari-hari | Digital Illustrator :)

Related Posts

38 komentar

  1. Apapun akan dilakukan Ibu untuk anaknya ya Bu, termasuk menyediakan internet sehat. Saya paham selama pandemi anak nggak bisa jauh dari internet karena semua dilakukan secara maya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukur ada internet. Namun tetap harus bijak dan under pengawasan ortu ya ^^ jangan lupa ajarkan anak literasi digital hehe

      Hapus
  2. Wah, udah banyak blogger yang bikin antologi ya. Aku yang udah sekian lama ngeblog belum bisa bikin karya cetak satupun. Jadi iri nih pengen ikutan ^^

    BalasHapus
  3. Sama mbak, dulu sempat terpikir si sulung mau di homeschooling kan, tapi melihat dia tipe yg aktif dan berjiwa sosial, butuh bergaul dengan teman sebaya lebih banyak sekaligus menyalurkan energi berlebihnya.

    Sebelum masuk TK B ya distimulasi di rumah. Kami banyak mencari info permainan edukasi lewat internet dengan menggunakan indiHome yg stabil konektivitasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah banyak kesamaan kita mba ^^ semoga kita bisa mengantarkan anak2 di pendidikan terbaik mereka ya mbak dan jadi anak sholeh sholehah aamiin :)

      Hapus
  4. Halo Bun. Salam kenal ya. MasyAllah tulisannya bagus bangetttttt Bun. Aku suka isi tulisannya yang menyentuh hati dan aku juga suka dengan bahasanya. MasyAllah. Semoga aku bisa sring berkunjung ke sini untuk mencari inspirasi. Tentu saja dengan ngandelin internet ya buat media ibu belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah tabarakallah makasih banyak bunda ^^ terharu bacanya, sehat selalu dan semoga bisa saling mengingatkan dalam kebaikan ya aamiin :)

      Hapus
  5. emak-emak itu salah satu ras terkuat hehe serba bisa.. entah untuk karir atau urus keluarga pun bisa. memang sih banyak banget kebantu dari manfaat internet ya, aku sendiri pun ngerasain peran internet buat kerjaanku bisa jarak jauh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul pak, internet bantu banget untuk memilih berbagai karir dan tetap family first. Sukses selalu ya pak dengan segala pekerjaannya ^^

      Hapus
  6. Aku juga sudah merasakan banyak manfaat dari IndiHome mbak, soalnya aku udah cukup lama menggunakan layanan internet rumah ini di rumah. Alhamdulillah emang jadi bestie ku banget deh.

    BalasHapus
  7. Saat ini, internet seperti sudah menjadi rekan Ibu dalam memberikan edukasi kepada anak. Dimana anak juga menjadikan internet sebagai temannya dalam bertumbuh. IndiHome memang partner terbaik ya dalam parenting jaman digital.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Dan internet ini emang harus disikapi dengan otak dingin. Kita sebagai ortu sebaiknya menjadikan internet media alih2 menjauhkan dr anak2.

      Keren mbk wid pr0duktif sekali buku2nya lumayan

      Hapus
    2. Sama kak henny, akupun butuh bgt inet buat inspirasi home edukasi aku ^^ betul kata kak hamim, lebih baik mengajarkan literasi internet ketimbang menjauhkan dari anak. Tentu under pengawasan dan dengan berbagai kebijakan waktu dll ^^ keren ih kalian

      Hapus
  8. Internet memang penting banget ya, Mbak. Saya pun jadi bisa kenal orang-orang, blogger, ngejob hanya dari rumah berkat adanya internet. Sekarang bidang apapun butuh internet.

    BalasHapus
  9. Selama masa pandemi internet memang menjadi suatu kebutuhan penting buat siapapun termasuk para ibu ya mba makanya kita harus pakai jaringan internet yang stabil kay IndiHome biar para ibu dapat informasi parenting dengan mudah

    BalasHapus
  10. Masya Allah pas mbak wid menyampakaikan bahwa gak hanya aku tapi kamu juga pasti lelah menjalani peran ini duh rasane diajak ngomong hahaha peluk dulu sesama ibu...

    Akupun memamfaatkan inet buat kebuuhan dtimualsi tumbuh kembang anakku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah, semoga kita bisa ya menstimulasi anak jadi kreatif dan optimal dalam segala hal ^^ aamiin

      Hapus
  11. Jadi ibu pun tugasnya tentu besar banget buat perkembangan anaknya, seperti ingin jadikan anak kreatif, tapi tanpa internet skrg mah bisa dilakukan yaa Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanpa internet sulit ya maksudnya? hehehe. Internet pastinya bikin segala informasi menyebar cepat ya mba ^^

      Hapus
  12. Ternyata jadi seorang ibu gak semudah yang dibayangkan ya. Jadi pelajar buat daku kelak nantinya, apalagi ada tipsnya juga agar tetap menjadi ibu yang bahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak mudah tapi membahagiakan kak, tenang ya wkwkwk semangat ^^

      Hapus
  13. Bestie banget ya, jadi tahu kalau ibu butuh inspirasi cukup dengan internet saja ya. Dapat ide sekaligus cara aplikasinya.

    BalasHapus
  14. Kebahagiaan seorang ibu adalah ketika bisa mendampingi anak berproses, namun butuh sebuah perjuangan dari ibu dan ayah. beruntung ada internet, bisa sharing dengan ornag tua lain, bisa mencari ide untuk kegiatan stimulasi anak, dan ide kreatif lainnya dengan internet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantap di pak ugi, bapak parenting wkwkwk

      Hapus
  15. Mbaak, baca tulisan ini bawaannya rileks, tenang, senyum sendiri ❤️ Perjalanan menjadi ibu memang banyak lika-likunya. Tapi kalau udah berhasil terlewati, pas mengenang lagi rasanya, ah... Kok bisa udah berubah sejauh ini? :')

    Fix, internet bisa jadi sahabat-ibu yang baik selama dipergunakan dengan semestinya dan tidak membuat candu 😉

    BalasHapus
  16. Jadi bloger sekaligus ibu rumah tangga itu ternyata gak mudah ya... Butuh kreativitas tinggi. Untung ada indihome yang setia membantu kita membelah dunia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serem juga ya dok membelah dunia, menggenggam aja boleh nggak? ^^ wkwkwk

      Hapus
  17. 10 tahun lalu saat aku baru punya 1 anak, internet ga sekencang ini. Apalagi media sosial . Memang komunitas sudah mulai ada. FB ada. WhatsApp rasanya belum familiar. Alhamdulillah skrg irt lebih mendapat support dari dunia teknologi dan internet ya mbak. Bahkan IndiHome saja meluncurkan IndiKids

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah i'v been there. Dulu aku ngalamin juga masa-masa internet belum debermanfaat ini hingga di titik internet jadi bestie produktivitas IRT ^^ semoga kita selalu bisa bermanfaat ya mbak :)

      Hapus
  18. Ga bisa bayangin hidup tanpa internet, pasti gabut banget. Karena Internet udah jadi kebutuhan sekunder sih buat aku. Ga ada internet ga bisa kerja, ga bisa akses banyak informasi dll.. Ah untungnya internet sekarang Lancar banget. Apalagi kalau Pakai IndiHome.. Stabil dan wuss wuss.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan? akupun sedih bgt deh bayanginnya :( sukses terus kitaaa aamiin

      Hapus
  19. Bahagia rasanya menjadi seorang ibu yang bisa menghantarkan anak menjadi anak-anak kreatif, apalagi didukung dengan internet yang cepat, menjadi ibu semakin mengasyikkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes pak betul banget. Semoga kita jadi ortu yang bisa mengantarkan pendidikan terbaik anak ^^

      Hapus
  20. Kayaknya saya harus banyak belajar tentang mengasuh anak. Sangat sulit untuk membuat rutinitas dan tetap waras. Kalau sudah down rasanya pengen ngamuk terus, huhuhu. Tapi memang internet yang optimal akan membuat kita jadi mudah mengakses informasi yang dibutuhkan.

    BalasHapus

Posting Komentar