Tentang Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (Batch 6)

  • 4/21/2019 01:22:00 AM
  • By Nurrahmah Widyawati
  • 0 Comments

Konten [Tampil]

pict: google 

Pernah terbersit nggak apa yang perlu kita pelajari saat menjadi seorang Ibu? Pernah bosan nggak tentang segala rutinitas berulang yang ada? Pernah merasa minder nggak saat ternyata jalan hidup kita terlihat berbeda dari orang lain atau bahkan dari diri kita yang dulu? Saya pernah. Dan kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6 yang saya ikuti beberapa bulan yang lalu seakan bisa membuka mata saya, slow but sure.

Kemudian saya ingin mengenang kembali tentang masa-masa belajar di kelas Matrikulasi bersama rekan-rekan hebat penuh inspirasi. Saya yang masih jauh dari mereka, akan mencoba untuk sharing tentang kelas tsb (semoga tidak ada yang terlewat akibat lupa-lupa ingat).

Sebetulnya sebelum kelas Matrikulasi, ada yang namanya kelas Foundation. Di sana kami diberi semacam orientasi/pengenalan dan untuk menyatukan frekuensi. Tapi tidak akan saya bahas tentang ini, skip ya. Langsung masuk kelas Matrikulasi saja.

Kelas Matrikulasi berlangsung kurang lebih selama tiga bulan dengan 9 sesi materi. Agendanya berupa sesi materi, diskusi materi, Nice Home Work (NHW), serta diskusi review-nya. Terdapat juga agenda mengenal lebih dekat satu per satu member kelas, serta di akhir perkuliahan akan ada agenda CMSE (Class Meeting Student Exchange). Khusus untuk CSME ini akan dipilih orangnya untuk mewakili regional dan dikirim ke regional lain. Adapun media belajarnya menggunakan WAG (WhatsApp Group) & Google Classroom. Terkadang juga menggunakan Telegram & Youtube.

Sesi Pertama (Adab Menuntut Ilmu)

Di sini kami belajar tentang adab menuntut ilmu yang ternyata ada tiga macamnya, yaitu adab pada diri sendiri, adab terhadap guru, serta adab terhadap sumber ilmu. Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat. Dan yang paling diingat dalam sesi ini adalah "Adab tidak bisa diajarkan, adab hanya bisa ditularkan". Dalam sesi ini kami diberi NHW untuk menentukan jurusan ilmu apa yang ingin ditekuni di universitas kehidupan ini, alasan apa yang mendasarinya, serta bagaimana strateginya. Seru ya?

Sesi Kedua (Menjadi Ibu Profesional)

Di sini kami belajar tentang makna dari ibu profesional, tentang komunitas ibu profesional, bagaimana menjadi ibu profesional, serta apa saja indikator keberhasilan seorang ibu profesional. Yang paling saya ingat di sesi ini adalah kata-kata dari Pak Dodik (suami Ibu Septi, sang Founder IIP), yaitu "Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik". Dalam sesi ini kami diberi NHW untuk membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan baik sebagai individu, istri, dan ibu.

Sesi Ketiga (Membangun Peradaban dari Dalam Rumah)

Di sini kami disadarkan, bahwa rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya. Sebagai orang tua kita mendidik anak sesuai kehendak-Nya, bukan kehendak kita. Tiap manusia hadir dengan misi spesifiknya. Mulai dari mana memulainya? dari pra-nikah hingga fase setelah menikah. Selanjutnya kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita. Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan. Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan. Ah! saya suka sekali dengan sesi ini!

Uniknya di sesi ini kami diberi NHW untuk membuat surat cinta kepada suami. Tujuannya? Agar kita jatuh cinta kembali (so sweet), kami juga menuliskan potensi terkuat dari anak-anak kami serta diri kami sendiri. Kemudian kami diberi insight, kira-kira apa maksud Allah menempatkan keluarga kita di lingkungan tempat tinggal kita sekarang ini(?)

pict: google 

Sesi Keempat (Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah)

Di sini kami diajak untuk menyadari apa misi hidup kita dan misi keluarga kita. Kami diingatkan juga tentang adanya tsunami informasi. Kemudian bagaimana tahapan medidik anak dengan kekuatan fitrah. Yang menarik adalah cuplikan kata-kata ini :

"Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi, dsb-nya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri. Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca."

Dalam sesi ini kami menguatkan konsistensi jurusan ilmu yang telah dipilih, step by step untuk mencapai goals, serta merancang milestone-nya dari KM 0.

Sesi Kelima (Belajar Cara Belajar)

Di sesi ini kami diingatkan bahwa anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya. Apa yang perlu dipersiapkan? Kita dan anak kita perlu belajar tentang tiga hal : belajar hal berbeda, cara belajar yang berbeda, dan semangat belajar yang berbeda. Selain itu, kami juga diberi insight tentang strateginya, peran kita sebagai orang tua, cara mengetahui passion anak, serta cara mengolah kemampuan berfikir anak.

Dalam materi ini, kami diberi NHW untuk membuat Design Pembelajaran, baik untuk diri sendiri maupun untuk anak. 

Sesi Keenam (Ibu Manager Keluarga Handal)

Di sini kami diingatkan tentang motivasi bekerja ibu, ibu sebagai manager keluarga, menangani kompleksitas tantangan, serta perkembangan peran. Yang paling saya ingat dalam sesi ini adalah cuplikan kata "BERUBAH ATAU KALAH". Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Di sesi ini, NHW dimulai dengan mengelompokan agenda penting dan tidak penting, menjadikan aktifitas penting menjadi agenda dinamis untuk meningkatkan jam terbang, menjadikan aktifitas rutin berada dalam zona kandang waktu, hindari jadwal tak terencana, dan kemudian kami membuat jadwal harian yang realistis.

pict : google 

Sesi Ketujuh (Rejeki itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari)

Ini salah satu sesi yang juga bisa menjawab kegalauan saya kala itu. Tentang rejeki. Yang paling membuat saya berbinar adalah kata-kata, "Rejeki itu bukan terletak pada pekerjaan kita, tapi Allah letakkan sekehendak-Nya". Sesuai judulnya.. REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI.

Di sesi NHW kali ini, kami menggunakan sebuah tools untuk pemetaan bakat (talent mapping). Setelah keluar hasilnya, kami konfirmasi ulang dengan diri masing-masing dengan membuat kuadaran suka-bisa, suka-tidak bisa, tidak suka-bisa, tidak suka-tidak bisa. Diharapkan nantinya kita bisa sesuai porsinya untuk mendalami hal apa dan mana yang perlu didelegasikan.

Sesi Kedelapan (Misi Hidup dan Produktifitas)

Di sesi ini kami disuguhkan dengan tagline dari Ibu Profesional, yaitu "Be Profesional Mother, Rezeki will Follow". Kami diberi pengetahuan tentang ciri-ciri saat kita telah menemukan misi hidup, 3 elemen tentang misi hidup dan produktifitas (be-do-have), serta mengetahui 3 periode waktu yang perlu diperhatikan (lifetime purpose, strategic plan. new year resolution). Selanjutnya, mulai menyusun langkah-langkah apa saja yang bisa menunjang produktifitas, buat target waktu serta jadwal kegiatannya, dan buat indikator keberhasilannya. Begitupun dengan NHW#7 ini.

Sesi Kesembilan (Ibu sebagai Agen Perubahan)

"Mendidik perempuan sama saja mendidik satu generasi". Dimulai dengan misi spesifik hidup, kemudian lihat di lingkup keluarga (perubahan apa yang bisa dilakukan dalam lingkup keluarga?), dimulai dari hal-hal kecil. Setelah itu kita mungkin bisa merubah pada lingkup yang lebih besar, yaitu lingkungan maupun komunitas (sesuai kemampuan). EMPHATY + PASSION = SOCIAL VENTURE/ SOLUSI. Selagi bermanfaat, keluarga tetap nomor 1.

Di NHW ini kami membuat tabel berisi minat/ketertarian, dilanjutkan dengan skill yang dimiliki (hard & soft), peka terhadap isu sosial, keterlibatan masyarakat, diakhiri dengan menciptakan ide sosial.

pict:google

Akhirnya selesai juga sharing kali ini. Semoga bermanfaat dan menjadikan tambahan bahan bakar semangat untuk ikut terjun ke perkuliahan di Institut Ibu Profesional. Adapun ini saya tulis sebagai reminder untuk diri saya sendiri; agar saat lupa menjadi ingat, agar saat kendor bisa kembali kencang, agar saat down bisa menjadi penyemangat.

Mohon maaf jika ada yang terlewat. Thank you for reading this. Akan saya tutup postingan ini dengan foto Wisuda Matrikulasi Instutut Ibu Profesional Batch 6 Regional Tangerang Kota.

Panitia Wisuda (pict: doc.pribadi) 

Matrikan Batch 6 Tangkot (pict: doc.pribadi) 



*Sumber inspirasi : Materi kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6

You Might Also Like

0 komentar

Positive vibes only.