Nurrahmah Widyawati Mom Food Travel Lifestyle Blogger

Contoh Paid Promote Yang Bikin Bisnis Kamu Makin Sukses

Posting Komentar
Konten [Tampil]
contoh paid promote

Kamu mungkin masih bingung seperti apa contoh paid promote yang bisa bikin bisnis kamu makin melesat. Eits, tunggu dulu, sebelumnya kamu tau nggak sih paid promote itu apa? Jangan-jangan masih belum paham nih.

Di era digital sekarang ini, apalagi pandemi, banyak orang yang mulai menggunakan teknologi dengan maksimal. Salah satunya untuk berbisnis. Karena dunia nyata terbatas, orang berbodong-bongong menggunakan dunia maya untuk melesatkan bisnisnya.

Tapi sayangnya, persaingan sekarang ngga seperti dulu. Dulu mungkin pengguna media sosial masih sedikit. Kalau sekarang sih nggak usah ditanya, kalau diibaratkan ruangan, dunia maya ini suddah 'umpel-umpelen' (you know umpel-umpelan? hahaha).

Anyway, karena sudah banyak pengguna internet sekarang, tingkat kemunculan bisnis kamu di laman mereka juga makin tipis. "Gue depan! misi misi gue mau lewat! gue duluan dong", ya begitulah kira-kita persaingan kemunculan bisnis kamu di beranda pengguna internet sekarang ini hihi.

So, banyak cara untuk membuat bisnis maupun produk kita dikenal banyak orang di dunia maya. Ada istilah endorsement, paid promote, ads, dan sebagainya. Makanya ilmu digital marketing sekarang ini banyak diminati.

Tapi apa yang membedakannya?


Perbedaan Paid Promote dan Endorse

Hampir mirip dengan endorse, bedanya...

Paid promote (biasa disingkat PP) ini adalah promosi dari pemilik olshop/brand yang bekerjasama dengan promotor (bisa influencer/selebgram/dll) di media sosial dengan materi iklan yang sudah disediakan.

Jadi si olshop/brand biasanya nggak perlu mengirimkan produk kepada pihak yang nantinya akan mempromosikan bisnis kita. 

Keuntungannya adalah PP ini biasanya lebih murah dibandingkan dengan endorse, karena dari segi effort si promotor juga minim atau sedikit. Artinya tinggal posting aja.

Kelemahannya adalah kurang 'greget', karena kalau endorse biasanya si promotor akan membuat kontennya sesuai dengan target market followers-nya yang sudah dia bangun dengan image-nya.

Biasanya kreativitasnya terbangun di sini dan akan lebih sampai ke followers. Meskipun tetap si olshop/brand memberikan brief tertentu terlebih dahulu. Biasanya untuk sistem endorse, jatuhnya lebih soft selling.

perbedaan paid promote dan endorse

Kalau ditanya, lebih baik mana? Ya tergantung, ada kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Bisnis kamu butuhnya yang mana? Makanya di sini benar-benar butuh analisa mendalam demi kesuksesan promosinya.

Yang pasti keduanya membuat bisnis kita semakin dikenal luas masyarakat. Namun, sebelum melakukan kerjasama paid promote, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.


Yang Perlu Pebisnis Perhatikan Sebelum Melakukan Kerjasama Paid Promote

1. Jumlah Follower

Semakin banyak followers, maka kesempatan bisnis kita untuk dikenal banyak orang akan semakin tinggi. Semakin tinggi pula kemungkinan produk kita terjual atau brand kita dikenal.

Namun nyatanya nggak selalu demikian, pastikanlah followers tersebut memang real account (bukan bot). Selain itu, ternyata banyak juga yang pengikutnya tidak terlalu banyak namun ternyata engagement-nya bagus dan pengikutnya loyal.

Bisa terlihat sepintas dari interaksi di kontennya, misalnya kamu bisa bandingkan antara jumlah followers dan jumlah like serta komentarnya.

Namun kembali lagi pada kebutuhan bisnis kamu, apakah kamu membutuhkan skala nano (1k-10k followers), mikro (10-100k followers), mid-tier (100-500k followers), makro (500k-1 juta followers), ataukah mega (lebih dari 1 juta followers).

Karena setiap segmen pasti ada keuntungannya masing-masing. Tergantung produk atau bisnismu juga (targetnya siapa).


2. Engagement Rate

Mudahnya, engagement rate (ER) adalah sebuah metrik standar yang digunakan dalam pemasaran media sosial untuk mengukur performa pada suatu konten. Ini sering digunakan terutama di platform Instagram.

Seringnya dicek melalui Phlanx (https://phlanx.com), bisa juga melalui Analisa.io (https://analisa.io).

angka engagement rate yang bagus
Angka ER Instagram yang baik sesuai dengan jumlah followers (based on Phlanx)

3. Platform Media Sosial

Oh iya, pastikan juga kebutuhan platform promosi kamu via media sosial apa. Apakah Instagram, Twitter, FB, TikTok, Youtube, dan lainnya.

Ini berkaitan juga dengan target market, usia, jenis bisnis, maupun analisa trend yang ada. Karena setiap platform memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Market setiap platform juga biasanya khas.


4. Sesuai Budget

Untuk brand besar mungkin akan mudah karena budget promosi sudah tertakar dan biasanya lumayan besar. Yang jadi masalah adalah online shop yang belum terlalu besar.

Perlu diperhitungkan budget yang dikeluarkan untuk PP agar antara keuntungan dan promosi bisa saling menutupi.

*

Nah, sekarang waktunya kita mengintip contoh paid promote yang menarik perhatian masyarakat dunia maya. Tapi sebelumnya, yang namanya PP bisa dalam bentuk video atau foto, maupun infografis ya.


Contoh Paid Promote Yang Bikin Bisnis Kamu Makin Sukses

1. Image Promotor Baik & Brand Awareness

Promotor yang kamu pilih nantinya juga akan membangun brand awareness di mata masyarakat. Jadi bijaklah memilih influencer atau akun yang akan diajak bekerjasama.

Biasanya beberapa brand memilih untuk bekerjasama dengan yang 'viral' tanpa melihat background-nya. Tentu kalau viral baik it's okay, kalau viral buruk? Pertimbangkan kembali deh citra bisnis kamu.


2. Konten Soft Selling dan Unik

Yang sering ditemui di sosmed, paid promote itu resolusi gambarnya jelek, kurang menarik karena too much tulisan, font & warna kurang selaras, pokonya beberapa PP hanya sepintas lalu aja, kurang menarik. Padahal kalau PP nya secara visual bagus, pengikut akan tertarik juga kok.

Kemudian bahasanya biasanya hard selling, jarang sekali melihat PP soft selling. Di sini mungkin kita butuh lebih banyak ide dan kreativitas lagi agar semakin kece promosinya. Yang out of box dan mind blowing biasanya akan boom!


3. Mengikuti Trend

Mengikuti trend dalam membuat materi PP juga sangat baik, karena followers akan merasa lebih relate dan ikatan emosionalnya lebih dapet. Di sini sering-seringlah lihat trend.

Misalnya akhir-akhir ini sering beredar meme webseries Layangan Putus. Secara emosional penonton akan lebih terasa vibes-nya dan lebih tertarik mengetahui lebih jauh biasanya.

contoh paid promote PP

4. Sesuai Niche

Followers juga akan lebih mempercayai PP yang sesuai dengan niche. Misalnya baju bayi akan lebih relate dengan promotor dengan background Ibu yang memiliki bayi. Produk skin care/make up akan lebih relate dengan beauty enthusiast atau niche lifestyle. Sedangkan produk sehari-hari (rumah tangga) akan relate dengan niche family atau motherhood, dll.

Followers-nya biasanya akan lebih royal, loyal, dan terpercaya jika sesuai niche-nya.


5. Poin Kerjasama Jelas

Poin kerjasama juga penting untuk dipastikan. Ini terkait dengan Ratecard (price list) dari si promotor, durasi tayangnya (keep) berapa lama, jam tayangnya kapan, perlu insight setelah upload atau tidak, brief-nya seperti apa, dan sebagainya.

***


Kesimpulan:

So, di atas adalah hal-hal terkait dengan paid promote. Semoga bisa bermanfaat dan membantu kalian yang ingin mempromosikan bisnis via medsos.

Semoga juga contoh paid promote di atas bikin bisnis kamu semakin sukses! Aamiin :)

ibu di balik gawai

Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, food-travel dan kehidupan sehari-hari | Digital Illustrator :)

Related Posts

Posting Komentar