Nurrahmah Widyawati Mom Blogger Perempuan

Contoh Pemberdayaan Perempuan; Berkarya di Era Digital!

55 komentar
Konten [Tampil]

Contoh Pemberdayaan Perempuan
Contoh pemberdayaan perempuan yang bisa membuat kita tidak terus terbelenggu akan stigma. Hingga akhirnya mendapatkan keadilan sosial di era digital sekarang ini. Salah satu jalannya yaitu dengan terus berkarya lewat tulisan.

Seperti yang kita tahu bahwa perempuan memiliki banyak beban stigma sedari dulu. Tak jarang juga hal itu membelenggu kita untuk menggali potensi secara maksimal.

Beberapa stigma yang tak asing di telinga, salah satunya adalah bahwa perempuan tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi. Padahal pendidikan itu penting, terlepas akan menjadi Ibu Rumah Tangga atau berkarir di luar rumah. Karena pendidikan akan membentuk pola pikir terbaiknya untuk membangun keluarga, hingga nantinya membangun bangsa.

Stigma perempuan lainnya yang terbentuk seiring berjalannya teknologi adalah standar kecantikan. Bahwa cantik itu putih, langsing, tinggi dan lain sebagainya. Padahal cantik itu relatif dan setiap perempuan itu unik dengan pesona dan potensinya masing-masing.

Tentunya masih banyak stigma negatif mengenai perempuan yang beredar di masyarakat. Tak jarang membuat perempuan terkendala dalam berkarya, memimpin, bahkan dalam hal bekerjasama dengan suami untuk urusan pengasuhan anak di keluarga.


1# Menengok ke Belakang; Perjuangan RA Kartini untuk Keadilan Perempuan Indonesia

Bicara mengenai perjuangan RA Kartini, tak lepas dari emansipasi. Berjuang untuk mendapatkan kebebasan, pendidikan dan pengajaran yang sama dengan laki-laki saat itu, hingga persamaan hukum untuk hal yang lebih luas.

Apa yang dilakukan RA Kartini dalam perjuangannya? Ya, menulis. Beliau banyak menyampaikan harapan besarnya terkait emansipasi wanita lewat tulisannya di surat yang dikirimkan untuk sahabat penanya.

Akhirnya di tahun 1903 RA Kartini berhasil mendirikan sekolah untuk perempuan, sebagai salah satu contoh pemberdayaan perempuan kala itu. Tapi, 1904 beliau meninggal beberapa hari setelah melahirkan bayi laki-lakinya.

Namun perjuangan tak berhenti sampai di situ. Surat-surat RA Kartini tersebut kemudian dibuat buku. Abendanon membukukannya dengan memberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya" hingga akhirnya disebut "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Perjuangan RA Kartini Quotes hari kartini

Perjuangan RA Kartini tersebut menyulutkan semangat perempuan pribumi kala itu untuk berjuang mendapatkan keadilan sebagai perempuan Indonesia. Begitu kuatnya pengaruh tulisan sebagai bahan bakar perubahan ke arah yang lebih baik, terutama pendidikan dan pemberdayaan perempuan.


2# Refleksi Pancasila Sila Ke-5 untuk Keadilan dalam Berkarya Bagi Perempuan

Bicara soal keadilan yang disuarakan RA Kartini di atas, selanjutnya mengulik sedikit mengenai hari libur nasional yang baru saja diperingati Indonesia kemarin. Ya, Hari Kelahiran Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Ada poin penting di sila ke-5 Pancasila, yaitu "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Adapun makna sila kelima tersebut berkaitan dengan keadilan yang harus didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Keadilan ini bisa berlaku untuk seluruh aspek kehidupan, termasuk hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing individu baik laki-laki dan perempuan. Misalnya hak untuk hidup, hak untuk mengembangkan diri/berkarya, pendidikan, perlindungan hukum, dan lain sebagainya.

Meskipun ada hak-hak individu untuk meraih sebuah keadilan, kita juga perlu memperhatikan untuk tidak mementingkan diri sendiri di atas kepentingan umum dalam hidup bermasyarakat.
hari lahir pancasila
Maka, salah satu contoh pemberdayaan perempuan yang bisa aku usahakan untuk menghapus stigma negatif demi terciptanya keadilan untuk para perempuan di era digital ini adalah dengan mengajak mereka untuk jangan berhenti menulis.


3# Contoh Pemberdayaan Perempuan

Mengajak Perempuan untuk Berkarya Lewat Tulisan dengan Bahasa Semesta

Adalah Karimashita Hadini, rekanku sesama Ibu yang mengajakku untuk membuat sebuah wadah menulis  khusus untuk perempuan. Bersama dua rekanku yang lain, Arin dan Herma, akhirnya kami pun mengembangkan Bahasa Semesta.

Awal pertemuan kami berempat adalah di dunia maya. Memang definisi internet menyatukan Indonesia adalah benar adanya. Tak peduli jarak, kolaborasi tetap berjalan.

Di Bahasa Semesta kami mengajak para perempuan untuk menulis buku bareng alias menulis buku antologi. Karya pertama yang diluncurkan Bahasa Semesta dengan 19 kontibutor adalah buku antologi "Kisah Dunia Ibu". Berisi kumpulan kisah para Ibu dengan segala suka dan dukanya.

Di buku antologi tersebut kami ingin menyuarakan bahwa semua Ibu adalah pejuang, baik yang berkarir di luar rumah, domestik, penyintas depresi, pengajar, pejuang anak berkebutuhan khusus, semua adalah Ibu yang hebat dan berhak bahagia serta berkarya. Tidak perlu dikotak-kotakkan.

Sedangkan untuk karya kedua dengan 26 kontributor, kami menyuarakan hal yang lebih general. Buku kedua Bahasa Semesta berjudul "Apa yang Menyakitiku tidak Menjatuhkanku".

Buku kedua berisi kumpulan kisah perjalanan para wanita menghadapi ketidakadilan atas perundungan yang diterimanya. Meskipun mengalami hal tersebut, kita tetap punya pilihan untuk bangkit dan menjadikannya kekuatan baru. Nantinya kita akan tumbuh menjadi perempuan yang lebih baik lagi dan pantang menyerah.

menulis buku antologi bahasa semesta

Selanjutnya, buku ketiga Bahasa Semesta membahas mengenai "Impianku Belum Mati". Berisi kumpulan kisah perjalanan wanita dalam menggapai mimpi-mimpinya. Ditulis oleh Bahasa Semesta berkolaborasi dengan 21 wanita inspiratif.

Buku ini dituliskan untuk menginspirasi para wanita di luar sana agar jangan takut untuk bermimpi. Percayalah bahwa mimpi kita akan terwujud bisa dengan cara, bentuk dan di waktu yang tepat.

Belum hadir karya ke-4 dan terbaru. Namun aku dan rekan-rekan timku di Bahasa Semesta berharap bisa terus mewadahi para perempuan untuk terus berkarya dan berdaya lewat tulisan.

Dengan adanya sesi pertemuan online sebelum buku naik cetak, adalah wujud tim Bahasa Semesta peduli akan suara hati perempuan. Dalam ruang daring tersebut kami mengupas tuntas apa yang kami tulis. Saling bertegus sapa dan bercerita.

Tak jarang air mata menetes mengiringinya. Kami percaya tulisan ini berarti untuk diri kami sendiri dan kami berharap untuk bisa terus memberi inspirasi bagi pembaca juga.

Perempuan dari segala penjuru tanah air menuliskan kata demi kata penuh makna di Bahasa Semesta. Tak peduli jarak, kami tetap berkolaborasi berkarya bersama. Kita beruntung ada di era digital yang segalanya dalam genggaman. Karena internet menyatukan Indonesia.


4# Internet Menyatukan Indonesia; Muncul Karya dan Relasi dari Berbagai Penjuru

Pernah membayangkan jika tak ada sosok RA Kartini yang memulai perjuangan untuk keadilan para perempuan Indonesia? Pernah membayangkan jika di saat ini kita belum ada internet?

Kita cukup beruntung ada di era internet seperti sekarang ini. Aku pribadi merasakan manfaat nyatanya dalam hal berkarya. Menulis blog dan sebagai content creator di media sosial adalah salah satu caraku untuk menjadi berdaya.

Dengan internet, berdaya tak terbatas ruang dan waktu. Bisa dari mana saja dan kapan saja. Oleh sebab itu dengan internet aku ingin selalu menyebarkan hal positif kepada seluruh perempuan Indonesia.

Layaknya blog ini yang hadir dengan bahasan seputar dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, hingga keseharian. Blog Ibu di Balik Gawai adalah nama yang aku sematkan untuk blog ini.

Nama tersebut mengandung makna bahwa ada perempuan sekaligus Ibu yang masih berkarya dari balik gawainya. Yang ingin membuktikan bahwa produktif bisa dari mana saja. Berusaha membagikan karya dan kata kehidupannya kepada lebih banyak orang. Aku berharap bisa diambil hikmahnya, diaplikasikan ilmunya & bermanfaat informasinya.

Aku juga bisa menemukan banyak relasi dan kawan baru sesama blogger dan content creator di dunia digital. Begitupun di Bahasa Semesta. Radiasi positif perempuan yang tersebar dari seluruh penjuru Indonesia kini bisa bersatu berkat internet. 

Internet menyatukan indonesia

Beruntung ada provider yang peduli akan akses internet terbaik mendukung masyarakat untuk berkarya dan berkolaborasi. IndiHome dari Telkom Group mendukung masyarakat Indonesia untuk terhubung satu sama lain dengan internet. Adapun beberapa strateginya, meliputi:

Strategi connectivity, IndiHome menghadirkan pemerataan akses internet hingga pelosok desa. Strategi creativity, IndiHome mendukung inovasi, kreasi dan produktivitas bangsa. Strategi charity, IndiHome turut menyambung kebahagiaan dan menumbuhkan semangat masyarakat Indonesia untuk tetap tangguh menghadapi pandemi.

Kutipan di atas terucap dari E. Kurniawan saat penyerahan IndiHome Charity 2021 secara virtual pada bulan Juli lalu.


5# Penutup

Bicara keadilan sosial, tak melulu bicara soal hak-hak yang harus terpenuhi. Tapi juga kewajiban yang harus dijalankan.

Belum lama ini aku mengikuti peluncuran sebuah platform untuk belajar mengenai hak-hak digital dari SAFEnet. 

Hak digital tersebut mencakup hak untuk mengakses internet, penyediaan infrastruktur dan konten, serta hak untuk bebas berekspresi. Berekspresi di sini adalah untuk menyatakan opini dan pendapat di ranah digital hingga hak untuk merasa aman di ranah digital (termasuk perlindungan privasi terkait data pribadi).

Jadi dalam menggunakan internet, kita juga harus bijak sehingga tak hanya mementingkan hak diri sendiri. Namun juga penting untuk menjaga hak orang lain. Itulah definisi adil dalam berkarya di dunia digital.

Itulah contoh pemberdayaan perempuan yang aku usahakan. Teruslah berdaya dan berkarya dengan bijak ya. Kalian hebat! :)

contoh pemberdayaan perempuan era digital


Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, dan kehidupan sehari-hari | Digital Art Enthusiast :)

Related Posts

55 komentar

  1. IndiHome emang internetnya Indonesia ya. Semua pelosok dijangkau oleh IndiHome. Aku pun merasa apakah aku bisa berdaya tanpa internet? Mungkin bisa tapi tak sebebas dengan IndiHome.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Internet nyatanya memang memudahkan apalagi untuk menyebarkan informasi terkait empowerment ;)

      Hapus
    2. Nah itu dia, banyak kebaikan yang kurasakan dengan lancarnya internet IndiHome. Seperti aku kembali menyelami empowerment yang diajarkan oleh RA Kartini dalam artikel ini lho. Apa jadinya perempuan Indonesia jika RA Kartini tidak menggagas idenya dulu.

      Hapus
  2. Ah keren sekali ceritanya mbak
    Indihome ikut menyukseskan pemberdayaan perempuan ya mbak
    Salut

    BalasHapus
  3. Aku pun sangat bersyukur bisa tetap berkarya dari rumah dengan adanya jaringan internet. Sukses terus ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat berkarya dari rumah, mbak! :) semoga semakin sukses dan berkah ya mbak. Keren!

      Hapus
  4. Sekarang udah zamannya wanita memberdayakan dirinya sendiri daripada diberdayakan tanpa di hargai. Keep strong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dunia perempuan semakin baik dan ramah ya :)

      Hapus
  5. Keren pemberdayaan melalui media daring sangat bisa apalagi buat para perempuan yg katanya ruan berkaryanha di ranah domestik . Wah sukses ya bahasa semesta

    BalasHapus
  6. wah isi artikelnya daging semu ini. dan akhirnya, menjadi perempuan yang berdaya harus dimulai dari diri sendiri dulu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, betul sekali mbak ^^ makasih dah mampir

      Hapus
  7. Kemudian aku tersadar, sejak nikah teman2ku yang nyata bisa ditemui cuma seotang, lainnya teman2 online yang MasyaAllah semuanya penebar manfaat. Tanpa internet entah bagaimana saya juga bisa bekerja dari rumah dan kenal teman-teman blogger seperti Mbak ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Relate sekali mbak, akupun sejak memutuskan berdaya dari rumah bener2 memanfaatkan internet banget. Banyak ketemu tmen2 hebat via internet :') sehat selalu mba

      Hapus
    2. bersyukur ya kita hidup di jaman internet lancar bisa diakses dari mana-mana dengan mudah pula, gini aja masih suka ngeluh , eh.. wkwkwk gak kebayang sih hidup di jaman ibu Kartini :(

      Hapus
  8. Bicara tentang akses internet, dari sejak awal pandemi saya memakai jasa indihome di rumah. Hingga kini tak pernah ada gangguan, zero complain. Puas pokoknya.
    Salut buat SAFEnet yang memberi ruang berbagi dan berkonsultasi masalah ITE...
    btw, wanita zaman now, harus kreatif agar bisa berdaya untuk keluarga... Mulailah dari diri sendiri yuk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ternyata dokter juga pengguna IndiHome, keren! yes dokter thank you ^^

      Hapus
  9. Bener banget saat menggunakan internet juga ga los dol. Harus tetap bijak. Dan penting banget sih pendidikan buat perempuan. Aku udah pernah pny pekerja yang berpendidikan rendah ya beda respon dan daya pikirnya dg yg berpendidikan lebih tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena pendidikan bukan buat gaya2an ya kak, tapi buat pembentukan karakter dan mindset. Semoga kita selalu termasuk golongan yang berilmu dan beradab ;) aamiin. sukses selalu kak ^^

      Hapus
  10. Aku ikut terharu sekaligus bangga sebagai perempuan. Dan perubahan Baik akan hadirnya Internet menyatukan Indonesia. Para perempuan bersatu berkumpul dan saling menguatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak, definisi support system untuk woman empowerment berasa banget lewat internet. Semangat berkarya! ^^

      Hapus
  11. Aku termasuk perempuan yang sangat bersyukur karena turut diberdayakan karena adanya internet. Dulu zaman masih kerja dan internet belum semaju sekarang, mana tahu aku ada banyak komunitas perempuan.

    Begitu resign dan jaringan internet mulai masuk ke komplek-komplek, baru deh ketemu 'harta karun' luar biasa. Bisa ketemu temen2 baru dari seluruh penjuru Indonesia. Menggali potensi diri yang sempat terkubur lama.

    Dan tentu saja jaringan internet yang masuk pertama kali dan paling luas jangkauannya, yaa IndiHome.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, aku juga bersyukur ada internet. Bisa lebih mudah cari support system. Termasuk untuk belajar juga dan akhirnya ketemu dirimu mbak ;) hehe

      Hapus
    2. Hihi, aku juga bersyukur karena internet bisa ketemu mbak Nurrahmah. Terus dibikinin gambar kartun yang kece beud. Jadi cantik deh profil blogku hehe. Makasih ya mbak. Makasih internet :)

      Hapus
  12. Masyaa Allah, mba Widya akhir" ini lagi sibuk memberdayakan perempuan dengan menerbitkan antologi" ini ya mba? Keren sekali nih.. Dengan adanya intsrnet, walau jarak memisahkan tetap bisa terjalin menjadi satu ya.. Semua urusan jg lancar nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah, bener ya mbak dari mana aja bs kolaborasi gara2 internet. Termasuk bisa kenal temen2 kece kaya kamu hehe

      Hapus
    2. Wahh,, jadi terharu nih mba^^
      Padahal mba widya nih yg dr dulu bisa jd support aku bisa rajin ngeblog kyak skrang.. Yeyy,, semangatt teruss.. Sehat selalu^.^

      Hapus
  13. Pada akhirnya setelah merdeka, kita merasakan betapa kebebasan berkreasi bagi kaum perempuan sangat berharga ya. Alhamdulillah setelah internet masuk desa pula saya bisa ikut terus mengembangkan bakat dan minat hingga bisa menghasilkan. Terimakasih IndiHome

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masha Allah keren bgt ;) sehat dan sehat selalu kak :) semoga selalu semangat berkarya dari mana aja

      Hapus
  14. Nah, ada banyak contoh pemberdayaan perempuan ya. Bersyukur karena zaman sekarang perempuan juga sudah lebih dihargai dan diberi kebebasan untuk berkarya sehingga bisa tetap produktif. Termasuk juga perempuan yang belerja di ranah domestik. Walau di rumah saja bisa tetap berdaya dan berkarya. Apalagk dudukung dengan jaringan internet yang stabil dari IndiHome

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bersyukur bgt ya mbak, bisa berdaya dan berkarya dari rumah. Semoga sukses terus mbak aamiin ;)

      Hapus
  15. Keren alurnyanya ini mbak, banyak-banyak bersyukur ya, kita jadi orang pilihan yang terjerumus dalam kubangan positif untuk berdaya melalui internet. Bisa menghasilkan pula. Ayoook terus berdaya dan berkarya

    BalasHapus
  16. Seiring perkembangan zaman dan teknologi memberikan akses kemudahan bagi pengembangan pemberdayaan perempuan. Kini perempuan tak lagi terkendala dalam berekspresi, berkreasi dan berkarya.

    BalasHapus
  17. Jujur, Tulisannya keren banget mbak. Salut juga dengan indihome yang mendukung erat perempuan.

    BalasHapus
  18. Internet bila dimanfaatkan secara tepat bisa berdampak positif untuk semesta, karena menyatukan dan menghubungkan, serta memudahkan dalam menghasilkan karya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, internet bisa positif di orang yang tepat ya kak ^^

      Hapus
  19. Keberadaan internet itu benar-benar membantu ya. Apalagi masa pandemi, PPKM, dan WFH. Walau kebanyakan di rumah tapi bisa berkarya.

    BalasHapus
  20. Maju dan berkembang terus perempuan Indonesia untuk tetap berdaya.
    Internet positif bisa menjadi jalan bagi para perempuan untuk melahirkan karya dan prestasi yang membanggakan.
    Keep fighting

    BalasHapus
  21. wah jadi penasaran sama Bahasa Semesta. tapi bener mbak, internet justru lebih memudahkan perempuan untuk tetap berkarya apa pun pekerjaan/profesinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa check di IG ya mba hehe @bahasa.semesta_ ^^

      Hapus
  22. Nah keadilan di dunia digital ini masih kupertanyakan sih Mba, smoga bsa bener2 merata tanpa pandang bulu dalam hal hak berpendapat asalkan sesuai dgn kaidah yg ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, masih galau memang perihak keadilan dunia maya nih. Masih diperjuangkan juga terkait hak digital Indonesia ^^

      Hapus
  23. Setuju, dengan internet yang dapat menggapai pelosok dan bisa mendobrak kerterbatasan untuk dapat maju dan bekembang, khususnya perempuan yang mempunyai keterbatasan karena harus membagi fokus urusan rumah tangga dan dunia luar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang ak terbatas ya kak. Di rumah bisa tetap berkarya dan berdaya ;)

      Hapus
  24. Internet itu benar-benar menyatukan kita ya.. Dari berbagai penjuru dunia bisa berkumpul dan bertemu pada titik yang sama. Ga kebayang kalau tanpa internet. Mungkin kita ga ketemu nie mbak Wid.. Makasih ya IndiHome, bisa membuat wanita makin berdaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, tanpa internet mana bisa ketemu kamu. Apalagi daerahmu mau diclaim sama luar negeri. Tanpa internet, kita gak bisa berkarya bareng kaya sekarang wkwk

      Hapus
  25. Sebagai perempuan yang banyakan di rumahnya, terbantu banget sih dengan internet skrg ini mbaa. alhamdulillah, banyak ilmu juga yang didapat lewat virtual meeting gituu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya i feel you banget mbak. Sekarang stay at home bisa tetap berdaya dan berkarya tanpa batas ;) (tentu tetap bijak)

      Hapus
  26. MasyaAllah ya Mba perubahan adanya internet banyak memberdayakan perempuan. Allhamdulilah bekerja pun bisa dari rumah sambil mengurus keluarga.

    BalasHapus

Posting Komentar