Pengalaman Memasang Top Level Domain Dewaweb

  • 7/10/2021 11:17:00 PM
  • By Nurrahmah Widyawati
  • 0 Comments

Konten [Tampil]

memasang top level domain

Banyak pertimbangan seorang blogger untuk memasang top level domain (TLD). Dari segi provider, harga, hingga pelayanan serta keamanannya. Ada nggak sih tips untuk memasang top level domain yang baik dan (mungkin) praktis sekaligus aman? Kali ini aku akan share pengalamanku memasang top level domain (TLD) di Dewaweb.


Sebelumnya kita refresh dulu yuk, apa sih pengertian dari istilah-istilah domain dan kawan-kawannya itu?

pengertian top level domain

Istilah-istilah 

TLD (Top Level Domain)


TLD adalah ekstensi dari suatu domain, seperti dot com, dot net, atau dot co dot id.

Domain

Domain adalah alamat suatu website. Domain fungsinya kurang lebih sama seperti nama kontak di handphone. Kita nggak perlu mengingat IP Address (yang terdiri dari banyak angka) untuk mengakses suatu website. Cukup ketikan nama domainnya saja dan kamu akan langsung meluncur ke website tujuan.

Yang perlu diperhatikan saat memilih ekstensi domain

Sebelum kamu memilih ekstensi domain, sebaiknya kamu perlu memperhatikan hal di bawah ini. Ada yang namanya Generic TLD, atau TLD yang umum digunakan sesuai peruntukannya, yaitu:

  • .com – untuk website komersial. Namun saat ini bisa dipakai oleh website apapun.
  • .org – untuk organisasi.
  • .net – untuk jaringan (network).
  • .biz – untuk bisnis.
  • .info – untuk situs terkait informasi.
  • dan lainnya.
Selain itu ada yang namanya Country Code Top Level Domain (ccTLD), yaitu jenis TLD yang mewakili negara tertentu. Misalnya dot id menunjukkan negara Indonesia. Uni Eropa ditunjukkan dengan dot eu. Inggris ditujukan dengan dot uk, dan masih banyak lainnya.


Pengalaman Memasang Top Level Domain (TLD) di Dewaweb


Seperti yang pernah aku singgung sebelumnya, aku mengenal blog sejak SMA. Namun apa itu TLD? I don't really know. Yang pasti setiap melihat blogger pada zamannya (seperti Raditya Dika, dkk), hingga awal tahun 2020 kemarin melihat banyak rekan blogger dengan domain dot com, dot co, dll, membuatku merasa "Aduh, mereka ini keren banget!"

Nyatanya, memiliki blog dengan Top Level Domain memang memiliki beberapa benefit, diantaranya:

1. Terlihat profesional
2. Lebih dilirik client
3. Meningkatkan semangat ngeblog
4. Bisa untuk menunjukkan tema/topik dari blog tersebut

Nah, karena saat 2020 itu aku belum mengenal komunitas blogger, aku mengulik sendiri apa itu TLD, bagaimana memasangnya dan lainnya via mesin pencari Google. Ending-nya bagaimana? Oh tentu saja pusing. Memasang top level domain terlihat ribet pada waktu itu.

Suatu ketika aku memberanikan diri untuk chat seorang rekan blogger yang aku kenal saat itu. Dia menggunakan blog dengan platform wordpress dan berdomain dot com. Setelah diskusi panjang, akhirnya aku dikenalkan dengan salah satu provider yang kebetulan dipakai juga olehnya, yaitu Dewaweb.

Akhirnya aku memutuskan untuk membeli domain saja, karena kebetulan aku memang menggunakan platform blogspot. Nggak perlu membeli hosting seperti wordpress. Oktober 2020 aku memutuskan untuk membeli Top Level Domain sesuai rekomendasi rekan blogger tersebut.

Proses pembelian lancar. Aku mendapat harga normal pada saat itu. Nggak ada diskon, nggak ada promo. Aku memilih dot com sebagai ekstensinya. Mengapa dot com? Karena sudah familiar dengan itu (as always, as simple as that).

Kalau kamu mencari tutorial memasang top level domain sendiri di artikel ini, maaf kalian salah tempat. Hehe. Aku hanya akan share pengalamanku memasang top level domain kala itu. Tapi kalau kalian ingin membaca detail cara memasang TLD, kalian bisa mengunjungi blog coach aku di Blogspedia.

Setelah membayar, aku coba untuk melakukan setting sendiri. Mudah nggak? Pusing. Seharian ngulik ini itu dan tetap gagal. Ada satu bagian yang selalu gagal saat itu. Hingga akhirnya aku bertanya ke si ninja (customer service Dewaweb), minta solusi kenapa error terus saat pemasangan. Si ninja justru menawarkan untuk dipasangkan sekalian saja. Nggak bisa nolak dong saat itu.

Why? Karena emak dua anak ini sudah pusing hiks. Aku belum mengenal Blogspedia kala itu, apalagi ikut coahing-nya. Akhirnya aku diarahkan oleh si Ninja untuk melengkapi proses pemasangan TLD. Seingatku aku hanya mengulik setting dashboard blog-ku sendiri di bagian https, setting domain dan CSName (kalau tidak salah ingat saat itu).

memasang tld dewaweb


Setelah selesai, viola! Blog aku berubah menjadi TLD dalam waktu beberapa menit aja. Keuntungannya, sangat praktis dan informatif. Kelemahannya? Aku jadi nggak bisa pasang TLD sendiri. Hahaha. Dan ini jadi momok untukku saat harus memenuhi salah satu tugas di Blogspedia Coaching batch 2.

Beruntungnya sekarang bisa masuk di coaching ini. Ilmu blog dari akarnya bisa aku dapat. Next, aku akan coba pasang TLD sendiri. Penasaran? Iya lah pastinya! :)

Tips memilih nama dan provider untuk domain kamu


1. Patikan jangan terlalu panjang


Berkiblat dari nama domainku yang terlanjur panjang, namun terlanjur cinta, maka jangan pasang nama domain terlalu panjang ya. Ini mengingat syarat SEO untuk URL kamu, yaitu 75 karakter dimulai dari "h" di http. Saat domain kamu kepanjangan, maka hanya tersisa sedikit space untuk keyword/judul di URL kamu.

2. Pilih provider yang amanah


Penting untuk nggak tergiur domain murah aja, namun kamu harus survey dulu apakah provider tersebut trusted atau nggak.

3. Pilih yang "kamu banget"


Mengingat domain ini nggak sembarangan bisa diubah sesuka hati nantinya, maka kamu harus yakin dengan pilihan nama domain kamu. Karena kalau ganti, bisa jadi performa blog kamu hilang, menurun, atau bahkan kehilangan jejak di mesin pencarian.


4. Mudah diingat dan nggak ribet


Tentunya nama yang unik, singkat, dan nggak ribet bisa lebih mudah diingat oleh pembacamu. Jangan gunakan "-" atau angka juga ya, karena terkadag blog dengan domain mengandung unsur tersebut diangga spam.

***

Sekian sekelumit cerita tips dan juga pengalaman aku memasang top level domain (TLD) dengan bantuan Dewaweb. Semoga bermanfaat ya.

nurrahmah




You Might Also Like

0 komentar

Positive vibes only.