Nurrahmah Widyawati Mom Blogger Perempuan

Contoh Literasi Digital di Rumah: Akses Youtube dengan Internet Sehat IndiHome!

51 komentar
Konten [Tampil]
Contoh Literasi Digital di rumah

Salah satu contoh aktivitas literasi digital masa kini yang bisa dilakukan di rumah bersama seluruh anggota keluarga adalah mengakses internet dengan sehat dan aman. Mengakses platform Youtube untuk program pembelajaran bagi anak-anak, contohnya. Tentu saja di rumah menggunakan Fast Internet Provider, Indihome!

Sebagai orang tua, kita memiliki kewajiban untuk menjaga titipan Allah, yaitu anak-anak. Rumah adalah tempat pembelajaran utama dan pertama bagi anak. Sehingga sangat penting untuk kita memberikan literasi digital bagi anak-anak kita di rumah, terutama untuk anak yang beranjak remaja.

Ngomong-ngomong soal perkembangan teknologi, anak-anak kita ini sudah dalam era teknologi yang mumpuni. Mereka sudah familiar dengan yang namanya gadget, internet, dan segala hal yang berkaitan dengan dunia digital.

Namun, tentunya ini menjadi tantangan tersendiri. Ada sisi positif dan negatif yang harus kita waspadai. Misalnya untuk sisi positifnya adalah kita bisa mendapatkan dan membagikan informasi dengan lebih mudah dan cepat. 

Sedangkan salah satu dampak negatifnya, adalah anak lebih mudah mengakses hal-hal yang bisa jadi tidak semestinya mereka dapatkan. Peran lingkungan sangat penting untuk menjaga anak tetap aman dan nyaman berada di ruang digital.


Ruang Digital, Amankah untuk Anak?

Sebelum mengulik lebih jauh, definisi anak di sini adalah anak hingga usia 18 tahun ya. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 1 Ayat 1, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Nah, nampaknya ruang digital ini sulit terpisahkan untuk anak jaman sekarang. Apalagi di masa pandemi yang semua kegiatannya berubah menjadi serba online

dampak positif dan negatif internet untuk anak-anak

Jika diingat kembali saat pandemi melanda, anak-anak bersekolah secara online via Zoom Conference. Selain itu, platform WhatsApp, Telegram, dan sejenisnya juga digunakan untuk menyebarkan dan mendapatkan informasi dari kantor, sekolah, dan lain sebagainya. 

Youtube juga menjadi salah satu platform yang paling digemari anak dan segala kalangan. Banyak juga pendidik yang menggunakan Youtube untuk membagikan materi atau video pembelajaran siswa yang bisa diakses dari rumah saja. 
Dengan begitu, anak masa kini menjadi semakin familiar dengan dunia digital. Orang tuanya pun berkegiatan secara daring. Sehingga dunia digital ini menjadi sangat ramai. Kemudian apakah ruang digital ini aman untuk anak?

Jawabannya bisa iya dan bisa saja tidak. Itu semua tergantung dari kebijakan masing-masing individu. Oleh karena itu, penting untuk kita mempelajari dan mengajarkan contoh literasi digital di rumah yang ramah bagi psikis untuk anak-anak kita.

Beberapa kali aku membaca dan mendengar berita mengenai anak yang menonton video yang tak semestinya, melakukan kekerasan setelah menonton video di internet, hingga melakukan tindakan yang sangat mengerikan dan keji hanya karena menontonnya dari internet.

Ngeri? Ya, tentu saja. Internet memang seperti dua sisi mata uang. Yang manfaat dan mudharatnya bergantung pada penggunanya.

Akupun sebagai Ibu dengan dua anak merasakan betul bahwa jaman ini kian berkembang. Sebagai orang tua kita tidak bisa terus berdiam diri tanpa belajar hal baru. Untuk dapat didengar anak, maka kita wajib menyelami dunia mereka.

Termasuk dalam mengenalkan literasi digital pada anak. Perlu pendekatan khusus agar insight kita sampai tidak hanya di telinga, namun meresap hingga selalu diaplikasikan oleh anak-anak kita. Itulah sebabnya orang tua perlu belajar literasi digital masa kini.


Contoh Literasi Digital di Rumah? Belajar Literasi Digital Masa Kini Yuk!

Pada tahun 2018 United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital.

Jadi dengan adanya literasi digital, diharapkan kita tidak hanya bisa mengakses dan menikmati teknologi, namun juga harus bijak memanfaatkannya dengan baik.

Sebetulnya, materi literasi digital ini seharusnya sudah didapatkan di Sekolah Dasar. Sebagai contoh di  beberapa negara seperti Finlandia, Kanada, dan Australia sudah memasukkan literasi digital sebagai kurikulum nasional pada Sekolah Dasar.

Bisa dilihat dari data di bawah ini, mengenai penetrasi internet berdasarkan usia tertentu di Indonesia:

literasi digital masa kini

Usia remaja mendominasi ya ternyata. Jadi memang orang tua di rumah dan sekolah bisa saling bersinergi untuk mempercepat literasi digital demi terciptanya generasi yang lebih bijak dalam dunia digital.


Berikut adalah contoh literasi digital di rumah yang bisa dilakukan oleh orang tua:

1. Orang tua perlu belajar juga mengenai literasi digital

Mana mungkin kita memberikan bekal literasi digital pada anak jika kita sendiri minim ilmunya? So, mulai sekarang yuk pelajari dan bekali diri sendiri serta jadilah teladan anak-anak di rumah terkait literasi digital masa kini.

2. Sepakati waktu akses gawai

Untuk anak-anak, waktu akses gawai atau internet sebaiknya disesuaikan dengan usianya. Selain itu, perlu adanya disiplin waktu terkait durasinya hingga aksesnya. Pastikan hanya mengakses web/platform yang bermanfaat.

3. Dorong anak untuk tetap beraktivitas di dunia nyata

Dunia maya memang asyik, namun doronglah anak untuk seimbang. Pastikan seimbang antara memanfaatkan ruang digital dan dunia nyata. Bisa juga menggunakan permainan seperti di bawah ini untuk mengenalkan literasi digital anak.

Ruang digital aman untuk anak

4. Komunikasi yang asyik dan baik antara orang tua dan anak

Dengan adanya komunikasi yang baik dan juga asik, maka literasi digital masa kini akan lebih diterima oleh anak. Misalnya saja saat anak-anak menggunakan media sosial, maka orang tua akan diberi tahu dan bisa mengawasinya. Tentukan batasan usianya juga.

5. Mendengarkan lagu atau menonton hanya lewat platform yang resmi/legal

Banyak dari kita bahkan orang tuanya yang mengakses lagu, film, video dan lainnya lewat platform yang tidak resmi atau bahkan ilegal. Sebaiknya kita mulai aware untuk hanya mengaksesnya dengan cara yang legal ya.

Gunakan IndiHome (Fast Internet Provider) agar akses internet kamu lebih lancar!

ruang digital apakah aman untuk anak

6. Memanfaatkan ruang digital untuk komunikasi dan mencari informasi yang bijak

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet ini banyak manfaatnya, misalnya untuk sarana komunikasi dan mencari informasi. Pastikan anak mengaksesnya dengan bijak dan positif. Misalnya untuk online class, webinar, video edukasi, dll.

7. Mengingatkan anak untuk tidak sembarangan menyebar data pribadi

Ini sangat penting ditegaskan kepada anak-anak untuk tidak menyebarkan dengan sembarangan terkait informasi pribadi. Baik di media sosial, mengisi form yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, download aplikasi ilegal, dll.

8. Akses Youtube dengan internet sehat dan aman

Nah, inilah platform yang paling digemari anak-anak, remaja, bahkan semua kalangan. Tidak dipungkiri, akupun mengakses Youtube sebagai sarana hiburan dan edukasi baik untuk diri sendiri maupun untuk anak di rumah.

Namun masalahnya, bagaimana tips mengakses Youtube dengan internet sehat dan aman? Check this out!


Akses Youtube dengan Internet Sehat IndiHome (Telkom Group)

Taukah kamu jika Indonesia adalah pengguna Youtube terbesar ketiga di dunia? Inilah datanya:

IndiHome fast internet provider

Untuk mengakses Youtube dengan aman, maka perlu adanya literasi digital yang baik bagi anak dan pengawasan ekstra bagi orang tua. Untuk literasi digital di rumah sudah aku jabarkan di atas. Sekarang kita ulik yuk apasih yang dimaksud dengan Internet Sehat?

Pemerintah sendiri sudah mendukung internet sehat dengan adanya Tim Sosialisasi Internet Sehat (TSIS) di Depkominfo. TSIS itu sendiri diputuskan berdasarkan SK Menkominfo No. 28/KEP/M/Kominfo/1/2009.

Di dunia maya ini juga hampir sama dengan dunia nyata, kejahatan bisa terjadi juga. Jadi kita harus selalu memiliki prinsip dasar dalam menjelajah internet, termasuk Youtube.

Oleh karena itu, penggunaan internet secara sehat dan aman perlu ditanamkan semenjak dini melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat (cyber ethics). Diharapkan nantinya anak-anak tidak menjadi pelaku cyber bullying maupun menggunakan akses ruang digital untuk hal-hal yang tidak baik.

Sebagai orang tua, dalam hal pengawasan, kita juga bisa mengaktifkan fitur internet positif. Hal ini digunakan untuk memastikan anak tidak membuka situs bermuatan negatif. Nantinya sistem akan memblokir berbagai situs negatif secara otomatis dengan mengaktifkan fitur internet positif.

Selain itu, khusus dalam hal akses Youtube, orang tua bisa menggunakan Youtube Kids seperti yang tertera di bawah ini.

youtube kids channel untuk edukasi anak aman

Adapun beberapa channel Youtube yang bagus untuk edukasi anak, meliputi:

  1. Nussa Official
  2. National Geographic Kids
  3. Yufid Kids
  4. 5-Minute Crafts PLAY
  5. Diva the Series
  6. Make Me Genius
  7. Omar Hana
  8. Riko the Series

Tentu masih banyak lagi channel Youtube yang edukatif untuk anak asal orang tua turut andil mencari dan mengawasi aksesnya.


Kesimpulan

Kamu bisa akses Youtube dengan internet sehat dari IndiHomeFast Internet Provider di Indonesia yang memiliki berbagai fitur dan keunggulan dan pastinya cepat.

Sebagai orang tua, PR kita banyak ya. Salah satunya memastikan anak-anak kita aman dan nyaman saat menjelajah dunia digital. Perbekalan demi perbekalan sudah selayaknya kita berikan pada mereka.

Semoga kita bisa mengaplikasikan beberapa contoh literasi digital di rumah seperti yang telah dijabarkan di atas ya. Agar tercipta generasi yang unggul dalam literasi digital masa kini.


Artikel pendukung :
https://aptika.kominfo.go.id/2020/06/urgensi-literasi-digital-bagi-masa-depan-ruang-digital-indonesia/
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/menumbuhkan-literasi-digital-di-keluarga-bag-2/
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/10/penetrasi-internet-di-kalangan-remaja-tertinggi-di-indonesia
https://indihome.co.id/blog/peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak-untuk-bijak-menggunakan-internet
https://internetsehat.id/literasidigital/

Contoh Literasi Digital di Rumah
Nurrahmah Widyawati
Seorang lifestyle blogger yang menulis tentang dunia perempuan, Ibu, parenting, pengasuhan anak, keluarga, review, hobi, dan kehidupan sehari-hari | Digital Art Enthusiast :)

Related Posts

51 komentar

  1. Youtube Kids udah jadi andalan sih buat kasih hiburan anak-anak. Selain mereka bisa terhibur, tapi kita bisa batasin juga penggunaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan nggak hanya hiburan ya, banyak edukasinya juga kalau orang tua mau mencarikan channel yang tepat ;)

      Hapus
    2. Betul.. teknologi bisa jadi "pisau" yang mematikan saat dipegang orang yang tidak tepat. Sama juga YouTube.. kalau diarahkan, anak-anak bisa memilih tontonan yang edukatif.. tapi kalau dibiarkan ya bisa ke mana-mana yaa..

      Hapus
  2. seru banget ya buat pembelajaran anak dengan digital jadi serba bisa kayak ini. untungnya didukung sama internet cepat seperti IndiHome.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bener banget ^^ untung pakai Fast Internet Provider IndiHome ya kak!

      Hapus
  3. Literasi digital memang perlu dibentuk di lingkungan keluarga. Membiasakan anak belajar suka membaca juga butuh proses. Kadang orang tua butuh referensi untuk anak, butuh internet cepat seperti Indihome buat membiasakan literasi digital di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harus balance. Karena terkadang ada anak yang cara belajarnya cenderung visual. Jadi untuk mendukung buku bacaan yang minim visualisasi gambar, bisa dicarikan referensi video penunjang pembelajaran ^^ jadi anak visual lebih mudah paham.

      Hapus
  4. ada beberapa channel yutub yang anak di rumah juga jadi favorit, krn enggak bisa dipungkiri mereka juga berhak tahu ruang digital masa kini ya mbak, asal ttp dalam pantauan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, harus disiplin namun tetap mengena ke hati anak dan dia paham literasi digital ^^ tantangan ya bun hehe tapi Insha Allah bisa seimbang antara digital & dunia nyata.

      Hapus
  5. Sekarang internet paling mendominasi buat kita mengakses apa pun ya Mbak, seperti aktivitas produktif skrg lebih banyak dilakukan di internet. Dan related nih, keponakanku yg masih kecil jga senang saat diputarkan youtube salah satunya nusa n rara, hehe dan apa yang ditonton oleh anak2 pun jga mesti kita filter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, apalagi sejak pandemi yang bekerja sekolah aja online hehe. Tugas kita memberi literasi digital ke anak-anak nih, terutama yang beranjak remaja ^^ semangat!

      Hapus
  6. Nice artikel kak, literasi digital saya pikir wajib, tentunya dengan pengawasan dari orang tua untuk anak2

    BalasHapus
  7. Literasi digital ini memang penting sekali diajarkan sejak dini ke anak-anak dan juga diawasi penggunaannya. Karena anak-anak ini sangat pintar dan cepat banget menyerap ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak apalagi semakin bertambah usia dan sekolahnya pakai teknologi banget. Mau nggak mau harus dikenalkan literasi digital sejak dini ya :')

      Hapus
  8. Wah iya, perlu banget literasi digital ini
    Salah satunya agar bisa pilah pilih Chanel YouTube yang bermanfaat bagi anak ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba bener banget ^^ harus turut andil kontrol tontonannya

      Hapus
  9. Teknologi termasuk internet memang seperti pisau bermata dua ya. Ada sisi positif dan negatifnya, terutama buat anak-anak. Literasi digital yg baik perlu banget dikenalkan ke anak-anak sejak mereka mulai bisa pegang gadget.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, bahkan yang nggak pegang gedget baiknya diajarin juga ya biar lebih aware ^^

      Hapus
  10. Nussa juga salah satu channel favorit anakku mba. Bagus, ceritanya selalu menyampaikan pesan kebaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya keren-keren insight seriesnya Nussa Rara ^^

      Hapus
  11. Eh masuk juga idola anak-anak di rumah nie si Riko the series. Aku pakai Buat latihan murajaah anak-anak ini. Untungnya ada IndiHome sebagai fast provider internet ya, akses YouTube jadi gampil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama, akupun suka pake the Riko buat murojaah anak ^^ bagus ya buuuk!

      Hapus
  12. Intermet cepat membuat aktivitas makin mudah dilakukan ya. Termasuk membangun literasi digital . IndiHome kalau soal kecepatan akses memamg ga diragukan lagi

    BalasHapus
  13. Duni digital, dunia internet buat anak-anak memang seperti pisau bermata dua ya mbak. Sebagai orang tua kita wajib mengawasi dan memilihkan anak, mana yang sesuai dengan tingkat tumbuh kembangnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Dok. Wajib sesuai tumbangnya ya dok :)

      Hapus
  14. Sangat gampang ya kak sekarang karena IndiHome banyak membantu aktivitas kita sendiri dan keluarga dan membuat kita makin terdepan dalam informasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya apalagi untuk yang kegiatannya dari rumah, remote gitu kerjaan dan aktivitasnya ^^ IndiHome juara!

      Hapus
  15. betul banget ini, memastikan anak akses "hal hal yang aman " ini penting. kami pengguna IndiHome nih alhamdulillah lancar. inovasi dan layanan yang diberikan IndiHome oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajib ya buk, agar dunia juga lebih aman untuk anak2 ^^

      Hapus
  16. Kalau favorit anak2ku Peppa Pig mbak hahha. Aku juga suka sih nontonnya. Dialognya realistis dan sopan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. peppa pig juga bagus ya mbak? Lupa aku masukkin wkwk maaci mba ^^

      Hapus
  17. Channel YouTube Nussa, Omar Hanna, Diva, Riko itu favoritnya keponakan saya mba. Yang 5-minute craft play kadang-kadang. Sisanya baru tahu, auto saya cek dulu buat direkomendasikan ke ponakan. Akses internet yang mumpuni kayak IndiHome memang diperlukan banget biar proses belajar lewat YouTubenya lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget kak ^^ akses internet lancar pembelajaran maksimal

      Hapus
  18. IndiHome membantu anak anak untuk bisa belajar dari YouTube dengan beragam konten konten edukatif

    BalasHapus
  19. Internet untuk anak-anak memang perlu pendampingan. Untungnya di beberapa situs sudah ada filter dan program khusus anak-anak

    BalasHapus
  20. Aku juga mulai pakai IndiHome sejak pandemi, ternyata memang membantu sekali, ya. Bahkan dengan paketan yang cukup terjangkau yang kami ambil, kecepatannya termasuk oke kok. Nyesel juga nggak pesan sejak sebelumnya.

    BalasHapus
  21. Bener banget literasi digital bukan ga bolehin sama sekali main gadget tapi membatasi yang sesuai dengan usia dan ga ada kekerasan dll. Untung ada YouTube kids ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya intinya ada di pendampingan ya kak. Kalau mengizinkan anak menyelami dunia digital, ortu wajib ikut nyelem juga untuk mengawasi ^^

      Hapus
  22. Hidup di era digital begini emang penting punya kemampuan literasi digital ya mbak. Tantangan tersendiri memang bagi orang tua zaman now ya mbak. Dipaksa melek digital biar anaknya tetap aman dan nyaman di ruang digital. Mantap tuh tipsnya

    BalasHapus
  23. Eh, lucu ya ini ada ular tangga internet .. Hihii,, memang indiHome nih setia banget deh untuk keperluan keluarga.. Melengkapi aktivitas yg bisa kita lakukan drumah nih.. Tp tentu harus kita jaga juga ya penggunaan internet pada anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gemes banget ya, diprint yang gede buat main sama anak-anak di rumah. Apalagi yang udah remaja wkwk

      Hapus
  24. Jadi ortu dari anak-anak generasi Alpha memang kudu pinter2 ya cari celah. Biar anak tetap terjaga fitrahnya tanpa ternodai perkembangan teknologi yang makin pesat. Memahamkan anak tentang literasi digital memang penting, biar anak tahu mana dan apa saja yang boleh ditonton dan tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. PR banget beneran menjaga fitrah anak ya mba :') semoga Allah mudahkan aamiin

      Hapus
  25. Jujur aku suka takut kecolongan kalau anak lagi buka youtube dan sejenisnya, karena aku kerja jadi ga bisa ngawasin anak sepenuhnya. Memang penting banget mengajarkan literasi digital pada anak. Fitur internet positif setidaknya membantu agar anak bisa menonton tayangan2 yang hanya bermuatan positif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, harus update fitur-fitur keamanan digital anak ya kita sebagai orang tua, bismillah semoga Allah jaga anak-anak kita aamiin :')

      Hapus

Posting Komentar